Asal Mula Puncak, Tempat Wisata Favorit Pelancong sejak Zaman Kolonial

Sabtu, 04 Desember 2021 - 06:03 WIB
loading...
Asal Mula Puncak, Tempat Wisata Favorit Pelancong sejak Zaman Kolonial
Sejumlah warga berwisata di kawasan wisata Bukit Paralayang, Puncak, Kabupaten Bogor. Foto: SINDOnews/Antara
A A A
BOGOR - Puncak sudah puluhan tahun menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan daerah penyangga untuk berlibur bersama keluarga. Tak heran bila setiap akhir pekan jalur Puncak selalu macet parah.

Puncak adalah nama sebuah daerah wisata pegunungan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur. Daerah ini sudah sangat terkenal baik bagi wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Baca juga: Jembatan Gantung Terpanjang Dunia Dibangun di Puncak, Ridwan Kamil: Semoga Bawa Semangat

Daerah ini dikenal sebagai tempat wisata penduduk Kota Jakarta dan sebagai daerah perkebunan teh yang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda yang kini merupakan Perkebunan Teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas.

Keindahan daerah ini juga memukau Presiden Soekarno, sehingga ia membangun sebuah restoran untuk menikmati keindahan alam Puncak, yang kemudian diberi nama Restoran Riung Gunung. Selain itu, terdapat juga tempat-tempat rekreasi dan agrowisata yang indah, antara lain Perkebunan Teh Gunung Mas dan Gantole (Paralayang).

Baca juga: 5 Destinasi Waduk Terindah di Indonesia, Pas Buat Liburan Akhir Pekan



Di daerah Puncak juga terdapat berbagai tempat wisata menarik di antaranya Taman Safari, Kebun Bunga, Kawah Gunung Gede, Taman Sakura, Kebun Raya Cibodas, The Illusion, Curug Leuwi Lieuk, Bogor Cimory Riverside, Telaga Warna, dan banyak lagi.



Di Puncak pas terdapat sebuah masjid yang indah dengan arsitektur yang khas dan sederhana. yaitu Masjid Atta'awun. Di daerah ini juga terdapat banyak sekali villa-villa dan hotel yang dimiliki oleh warga sekitar untuk tempat beristirahatnya pengunjung, tentu saja dengan pemandangan indah dan udara sejuk.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2296 seconds (11.97#12.26)