Dugaan Investasi Bodong, Pemilik Fikasa Group Dilaporkan ke Polisi

loading...
Dugaan Investasi Bodong, Pemilik Fikasa Group Dilaporkan ke Polisi
Kantor pengacara LQ Indonesia Lawfirm kembali melaporkan para pemilik Fikasa Group ke Polda Metro Jaya. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Kantor pengacara LQ Indonesia Lawfirm kembali melaporkan para pemilik Fikasa Group ke Polda Metro Jaya (PMJ). Laporan tersebut telah diregister dengan LP # TBL 4672/VIII/YAN 2.5/2020/ SPKT PMJ, tertanggal 7 Agustus 2020.

Advokat Bryan Roberto Mahulae dari LQ Indonesia Lawfirm mengatakan, lima petinggi Fikasa Group yakni AS, ES, BS, DS, dan TW, dilaporkan atas dugaan kasus pidana perbankan dan penipuan pasar modal dengan kerugian sekitar Rp18 miliar dari 11 orang korban. Dia menjelaskan, LQ Indonesia Lawfirm dipercaya para korban untuk menjadi kuasa hukum mereka guna mengawal kasus tersebut.

"Ini laporan polisi yang ketiga ditangani LQ Indonesia Lawfirm untuk Fikasa Group," kata Bryan dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2020).

Bryan mengungkapkan, para terlapor menerbitkan surat hutang dan repo melalui anak perusahaannya, PT Wahana Bersama Nusantara dan Tiara Global Propertindo, yang berujung hilangnya dana nasabah yang disetorkan. "Ini modus pidana yang dilakukan para terlapor," ujarnya.



Itu sebabnya, Bryan meminta para korban lainnya tidak takut melaporkan dugaan pidana tersebut agar dapat diusut pihak kepolisian. "Kami telah membuka posko pengaduan korban investasi fiktif di nomor 0818899800. Para korban yang terkena kerugian investasi bodong, silakan melapor," katanya.

Sementara founder LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim, SH, MSc, CFP mengungkapkan keprihatinannya atas maraknya perusahaan investasi bodong yang memakan banyak korban masyarakat. Kondisi ini, menurut dia, tak lepas dari lemahnya pengawasan dan pencegahan yang dilakukan regulator perusahaan keuangan.

"Apakah OJK sudah melaksanakan tugasnya dengan baik apabila laju korban investasi bodong terus bertambah?" kata Alvin.



Untuk itu, Alvin Lim meminta Presiden Jokowi perduli terhadap penegakan hukum, terutama memberantas investasi bodong.
halaman ke-1 dari 2
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top