Selain Muhammad dan Maria, Ini Nama-nama yang Kerap Dijadikan Holywings Bahan Promosi

Rabu, 29 Juni 2022 - 16:44 WIB
loading...
Selain Muhammad dan Maria, Ini Nama-nama yang Kerap Dijadikan Holywings Bahan Promosi
Manajemen Holywings (HW) menyampaikan sudah lama mempromosikan minuman berkonsep nama-nama. Foto: MPI/Aldhi Chandra
A A A
JAKARTA - Manajemen Holywings (HW) menyampaikan sudah lama mempromosikan minuman berkonsep nama-nama. Apabila namanya sesuai dengan ID atau KTP pengunjung maka akan mendapatkan free minuman.

General Manager Project Company Holywings Yuli Setiawan mengatakan, pihaknya telah melakukan promosi dengan konsep nama-nama selama tiga bulan terakhir. Promo ini berlaku seminggu sekali.

Baca juga: Kasus Promo Miras, Holywings Ogah Berikan Pendampingan Hukum ke Tim Kreatifnya

Nama-nama yang kerap dijadikan bahan promosi oleh Holywings, antara lain Firman dan Feni, Daniel dan Dewi, Tomi dan Talia, Andreas dan Amanda, William dan Widya, Kevin dan Kartika, Leo dan Lisa, Eka dan Elisabeth, serta Roni dan Ririn.

Selain Muhammad dan Maria, Ini Nama-nama yang Kerap Dijadikan Holywings Bahan Promosi


"Memang kita pada hari itu pada tanggal 23 pihak manajemen juga kaget, kenapa yang dimunculkan nama itu, Muhammad dan Maria. Jadi kita tahunya postingan itu jam 2 siang. Kita sebagai manajemen operasional kami tahu dari grup customer service," ujar Yuli dalam rapat dengan Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/6/2022).

"Banyak yang komentar di medsos kenapa namanya Muhammad dan Maria. Kami baru menyadari. Ketika kami menyadari, manajemen langsung minta takedown postingan tersebut," sambungnya.

Yuli mengklaim pihaknya sangat dirugikan oleh oknum pegawai yang telah mempromosikan nama Muhammad dan Maria itu sehingga menyebabkan polemik di tengah masyarakat.

Untuk itu, ia menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat luas atas kegaduhan yang ditimbulkan akibat promosi minuman beralkohol untuk pemilik nama Muhammad dan Maria, itu.

Baca juga: Holywings Minta Maaf, General Manager: Promosi Tak Diketahui Manajemen

"Kami menyadari apa yang telah dilakukan tim kreatif atau promosi dari HW dan tidak diketahui pihak manajemen HW, adalah tindakan yang tidak terpuji dan tidak dibenarkan yang menimbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Indonesia," katanya.

Diketahui, polisi terus mengembangkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Holywings. Bukti-bukti penguat dicari guna membidik kemungkinan tersangka lain yang memiliki jabatan lebih tinggi di Holywings.

"Kami mencari alat bukti lain yang akan menguatkan kami terhadap kasus ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi daripada Direktur Kreatif," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa (28/6/2022).
(thm)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1816 seconds (11.252#12.26)