Tak Terima Ditagih Utang Motif Paman Bunuh Keponakan di Balaraja

Jum'at, 25 Februari 2022 - 16:15 WIB
loading...
Tak Terima Ditagih Utang Motif Paman Bunuh Keponakan di Balaraja
Seorang pria berinisial JSR (31) di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, tega membunuh keponakannya hanya gara-gara sering ditagih utang. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
TANGERANG - Seorang pria berinisial JSR (31) di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang , tega membunuh keponakannya hanya gara-gara sering ditagih utang. Korban SMS (29) kerap mendatangi JSR untuk menagih uang yang dipinjamkan ibunya kepada pelaku.

Baca juga: Pembunuh Pria Balaraja di Depan Istri Ternyata Paman Korban

"Motifnya sakit hati, karena pelaku punya utang dengan ibu korban sebesar Rp10 juta, lalu sering ditagih oleh korban," ujar Kanit Reskrim Polsek Balaraja Ipda Jarot Sudarsono saat dikonfirmasi, Jumat (25/2/2022).

Pelaku menghabisi nyawa keponakannya itu dengan sebilah senjata tajam mirip keris. Pelaku mendatangi rumah korban pada Jumat dini hari untuk menghabisi nyawa keponakannya itu.

"Pintu rumah korban didobrak, lalu korban dan istri sempat keluar dari kamar mereka. Melihat pelaku yang membawa pisau, korban dan istri langsung bersembunyi ke dalam kamar," ungkapnya.

Baca juga: Ngeri! Pria Balaraja Tewas Ditusuk Keris di Depan Istri

Korban dan istrinya sempat menahan pintu kamar agar pelaku tidak masuk, Namun rupanya kekuatan pelaku lebih besar, hingga korban dan istrinya terjatuh dan pintu kamar terbuka.



"Melihat hal itu pelaku langsung menusukkan sajam yang dia bawa ke dada korban bagian kanan dan juga tangan sebelah kiri," ucapnya.

Usai menikam korban, pelaku lalu pergi meninggalkan lokasi kejadian. Sementara korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh tetangga, namun nyawanya tida tertolong.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan dan akan dikenakan Pasal 340 KUHPidana tentang Pembunuhan Berencana dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana tentang Penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia, dengan ancaman 20 tahun penjara.
(thm)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2533 seconds (10.101#12.26)