ART Polisikan Desiree Tarigan dan Bams Kasus Dugaan Penyekapan

loading...
ART Polisikan Desiree Tarigan dan Bams Kasus Dugaan Penyekapan
Kuasa Hukum Irni, Vidi Galenso Syarief, menjawab wartawan di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021). Foto: MPI/Muhammad Refi Sandi
JAKARTA - Seorang perempuan asisten rumah tangga (ART) melaporkan ke polisi istri pengacara kondang Hotma Sitompul, Desiree Tarigan dan Bams eks personel Samson atas dugaan penyekapan . Adapun laporan tersebut masuk pada Rabu (7/4/2021) dengan nomor: TBL/1839/IV/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ.

Dalam surat laporan tersebut, pelapor tertulis seorang perempuan bernama Irni. Sedangkan yang terlapor ada empat yaitu, Vino, Prianka Regina Bukit, Bambang Regina Bukit, dan Desiree Tarigan.

Irni melaporkan Desiree Tarigan dan anaknya Bams, dengan pasal berlapis. Selain merampas kemerdekaan orang lain, ada pasal undang-undang ITE yang dilayangkan oleh Irni.

Baca juga: Merasa Difitnah dan Dicemarkan Nama Baiknya, Desiree Tarigan Polisikan Hotma Sitompul

"Undang-undang ITE pasal 30 itu adalah merampas gadget, alat-alat elektronik dan itu pasal 30 ayat 1 dan 2. Menurut kami sudah memenuhi sehingga LP (laporan polisi) kami diterima," ujar Kuasa Hukum Irni, Vidi Galenso Syarief, kepada wartawan di Kantor Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/4/2021).



ART Polisikan Desiree Tarigan dan Bams Kasus Dugaan Penyekapan


ART tersebut tidak bisa menyembunyikan kepedihannya. Sambil menahan tangis, ia menceritakan semua kejadian yang dialaminya dengan suara terbata-bata.

"Pada saat itu handphone saya disita sama orang itu. Udah gitu saya dicaci-maki sama orang tersebut sampai merusak rumah tangganya, dituding menerima bayaran untuk mematai. Itu semua tidak benar," jelasnya.

Di juga mengaku mendapatkan kekerasan fisik dan verbal oleh Desiree Tarigan. Ponselnya bahkan disita hingga dikloning tanpa sepengetahuannya.

"Handphone saya disita dua hari sama orang orang. Dicaci maki terus pada saat itu, pada 24 Februari. Saya tidak diperbolehkan untuk keluar dari rumah. Saya di dalam kamar pun diawasin terus sama dua orang. Masuk kamar mandi saya harus minta izin sama dua orang itu. Sampai handphone saya pun dikloning sama mereka," pungkasnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top