Terancam Terusir, Pedagang Kuliner di Rasuna Epicentrum Berharap Ada Kebijaksanaan

Minggu, 15 November 2020 - 04:30 WIB
loading...
Terancam Terusir, Pedagang Kuliner di Rasuna Epicentrum Berharap Ada Kebijaksanaan
Program OK OCE yang dibina oleh Pemda DKI Jakarta bermitra dengan PT Kinanti Utama Karya sebagai OK OCE Global Office, yang dimaksudkan untuk mencetak pelaku usaha baru telah diresmikan Mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno pada 14 Februari 2018. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Dampak pandemi COVID-19 , yang mengguncang stabilitas ekonomi masih terus menggerogoti hampir setiap sektor industri, termasuk sektor UMKM . Wabah yang melanda secara global belum menunjukkan tanda-tanda kepastian kapan usai.

Di tengah situasi yang kian sulit, para pedagang kuliner di kawasan Rasuna Epicentrum Kuningan, tepatnya di Kinanti Building, nasibnya berada di ujung tanduk. Sebab pemilik lahan telah mengeluarkan surat perintah secara resmi agar melakukan pengosongan obyek sewa selambat-lambatnya pada 17 November 2020. (Baca juga; Soal Penghinaan Nikita Mirzani, Ini Jawaban Habib Rizieq Shihab )

Selama ini lahan tersebut diisi sebanyak 60 pelaku usaha UMKM sektor kuliner, yang melayani para karyawan di sekitar kawasan perkantoran Kuningan Epicentrum. Sebelum pandemi, perputaran roda usaha kios-kios makanan dan minuman berjalan dengan baik, namun setahun belakangan ini bertambah suram. Pelanggan kian sedikit yang berimbas pada ketidakmampuan para pelaku UMKM membayar sewa.

“Dalam situasi sulit saat ini, kami para pelaku UMKM sangat berterima kasih kepada PT Kinanti Utama Karya yang berkenan memberikan kelonggaran dengan memberikan potongan harga sewa sebesar 60%-50% sejak April,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Kuliner Kinanti Building Arief Yulisman kepada pers, Sabtu (14/11/2020).

Menurut Arief, meskipun kebijakan pemotongan harga sewa tersebut sudah meringankan beban usaha para UMKM, namun situasi krisis saat ini membuat para pedagang tetap kesulitan membayar harga sewa. Bahkan banyak di antara pemilik kios menunggak pembayaran sewa, dan beberapa menutup kiosnya. (Baca juga; FPI Gelar Peringatan Maulid Nabi, Pedagang Menjamur di Petamburan )

“Yang kami tahu, banyak pengusaha pemilik gedung perkantoran yang mengikuti imbauan pemerintah untuk menunjukan solidaritasnya. Sekaligus dalam rangka memberikan stimulus bagi pergerakan ekonomi dengan cara memberikan keringanan bagi perusahaan penyewa dalam hal pembayaran, tapi kenapa pemilik lahan tidak mau melakukan hal yang sama?” kata Arief dengan nada bertanya.

Para Pelaku UMKM sangat resah apabila mereka diusir dari lokasi berdagang saat ini dan belum tahu akan berdagangan di mana lagi, mengingat sulitnya mencari lokasi usaha yang strategis. (Baca juga; MInggu Pagi Jakarta Cerah Berawan, Siang Diprediksi Hujan Petir )

“Bila kami diusir, kemungkinan besar kami tutup permanen tidak berjualan lagi di mana pun. Sebab kami sudah tidak punya modal. Kami dan karyawan kios, akan melanjutkan hidup dengan caranya masing-masing, dan masa depan anak-anak kami. Sebagai warga negara kami berharap pada negara maupun pemerintah provinsi DKI Jakarta agar peduli dan mau membantu kami para UMKM,” kata Arief.

Perlu diketahui, Kinanti Building merupakan inkubator bagi UMKM yang tergabung dalam Program OK OCE, yang dibina oleh Pemda DKI Jakarta bermitra dengan PT Kinanti Utama Karya sebagai OK OCE Global Office, yang dimaksudkan untuk mencetak pelaku usaha baru telah diresmikan oleh Mantan Wakil Gubernur Sandiaga Uno pada 14 Februari 2018.

“Kami para pelaku UMKM sangat berharap pada Pemda DKI, agar tidak meninggalkan kami menghadapi situasi ini sendirian. Ada baiknya segala sesuatunya berjalan sesuai hukum alam, Pemda DKI yang telah melahirkan kami, sehingga sudah selayaknya apabila Pemda DKI juga yang merawat, menjaga dan membesarkan kami. Mohon jangan biarkan kami menjadi anak telantar, dan mati perlahan dalam pengertian yang sebenarnya,” pungkas Arief.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2943 seconds (11.97#12.26)