Tren Pulang Kampung Naik Bus Menurun

loading...
Tren Pulang Kampung Naik Bus Menurun
Foto Terminal Bekasi. Tren warga Kota Bekasi yang pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi umum bus menurun. SINDOnews/Abdullah M Surjaya
BEKASI - Tren warga Kota Bekasi yang pulang ke kampung halaman menggunakan transportasi umum bus menurun. Buktinya, pada libur panjang ini jumlah penumpang bus di terminal induk Kota Bekasi, Jalan Juanda, Bekasi Timur, hanya naik 40% dibandingkan hari biasa.

Kepala Terminal Bekasi, Muhtar mengatakan, pada hari pertama libur panjang Rabu 28 Oktober 2020 tercatat hanya 700 orang dan Kamis 29 Oktober 2020 menurun menjadi 600 orang. ”Hari ini (Jumat) belum terlihat ada warga yang menggunakan jasa tranportasi bus. Namun, arus balik akan terjadi pada Minggu hingga Senin dinihari,” katanya, Jumat (30/10/2020).

Rata-rata rute yang paling laris dituju di antaranya Bandung, Sukabumi, maupun Tasikmalaya. Sementara untuk rute ke Sumatera, pada hari pertama hanya naik 20%.”(Penumpang tujuan) Sumatera juga belum ada kenaikan. Cuma kemarin hari pertama ada kenaikan sekitar 20% untuk wilayah Sumatera, sekarang Jawa Barat aja,” ujarnya. (Baca juga; Hari Ketiga Liburan Panjang, Penumpang Kereta Naik 49 Persen)

Selama Pandemi COVID-19, armada bus yang ada di Terminal Induk Bekasi hanya disiagakan sebanyak 40 unit untuk tujuan pulau Jawa dan Sumatera. ”Dalam satu bus kota tetap jalani protokol kesehatan, seperti kursi yang terisi tidak lebih dari 50%. Petugas juga melakukan pengawasan terkait protokol kesehatan,” ungkapnya.



Tren pulang kampung yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta dari Terminal Damri, Kayuringin, Kota Bekasi juga terpantau normal, belum ada lonjakan jumlah penumpang. ”Sampai kemarin (Kamis, 29/10/2020) jumlah penumpang yang berangkat ke bandara Soetta tercatat hanya 217 orang,” kata Kepala Terminal Damri, Permana.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Dadang Ginanjar memastikan tidak terjadi lonjakan penumpang di Terminal Induk Bekasi saat libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut diam untuk keberangkatan penumpang saat normal dalam situasi COVID-19 di Terminal Induk Bekasi yakni 800 orang. (Baca juga; Razia Protokol Kesehatan di Tempat Wisata, Puluhan Orang di Bogor Diberi Sanksi)

”Akan tetapi saat libur panjang ini, tidak terjadi lonjakan signifikan. Kenaikan sekitar 40% pada keberangkatan Rabu (28/10/2020),” katanya. Adapun keberangkatan bus didominasi yang menuju ke wilayah priangan, seperti Bandung, Sukabumi, Garut dan Tasimalaya. Untuk ke wilayah Jawa ataupun Sumatera justru sepi.



Sementara untuk tarif tidak ada kenaikan, masih normal sesuai tarif masa pandemi COVID-19. Untuk antisipasi adannya lonjakan jumlah penumpang, Muhtar menuturkan pihaknya menyiapkan 40 unit armada bus tambahan.”Ada 200 bus kita siapkan, 40 bus cadangan belum terpakai hingga kini,” tegasnya.

Sementara suasana Terminal Induk Bekasi nampak sepi. Ratusan bus masih terparkir di area terminal. Hanya ada beberapa saja penumpang yang datang. Mereka juga rata-rata naik ke bus tujuan Bandung, maupun Tasikmalaya. Kondisi seperti ini terjadi sejak pandemi Corona sejak Maret hingga akhir Oktober ini.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top