alexametrics

Diguyur Hujan Dua Jam, Sejumlah Wilayah di Jakarta Barat Banjir

loading...
Diguyur Hujan Dua Jam, Sejumlah Wilayah di Jakarta Barat Banjir
Banjir rendam sejumlah wilayah di Jakarta Barat, Selasa (17/12/2019). Banjir ini diakibatkan curah hujan yang cukup tinggi di Ibu Kota. Foto/Yan Yusuf/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Hujan deras merata yang melanda Jakarta membuat sejumlah jalan di Ibu Kota terendam banjir. Lebih dari tiga jam banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta Barat, Selasa (17/12/2019).

Hingga berita ini ditulis, genangan masih terjadi di sejumlah titik jalan. Pekerja harian lepas (PHL) Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air langsung melakukan pembenahan, melakukan pengurasan saluran hingga menempatkan sejumlah pompa air.

Pantauan di lokasi, kejadian ini merata di Jakarta Barat, sejumlah jalanan yang tergenang di antaranya Jalan Tanjung Duren Raya, Jalan Patra, Jalan Daan Mogot, Kompleks Perumahan Green Garden, hingga Jalan S Parman depan Kodim 0503 JB.



Genangan yang terjadi di sejumlah titik itu bervariatif mulai dari 10-50 centimeter. Imbasnya, arus lalu lintas di kawasan itu padat, lumpuh, hingga terputus.

Seperti di kawasan Jalan Patra, Kebon Jeruk. Banjir disebabkan debit air di kawasan itu penuh. Meski telah menurunkan dua pompa mobile dengan kapasitas 750 liter per detik dan satu pompa permanen 1.000 liter per detik. Namun tiga pompa itu tak mampu mengurangi genangan. "Sejak jam 1 tadi sudah banjir," ucap Yatno (45), warga sekitar.

Saat SINDOnews mendatangi jalan itu sekitar sore hari, genangan telah mencapai hampir satu meter atau sepinggang orang dewasa. Jalanan itu kemudian lumpuh total. Beberapa kendaraan tidak bisa melintas karena takut rusak lantaran genangan yang tinggi.

Kondisi tak jauh berbeda terjadi di jalan Tanjung Duren Raya, Grogol Petamburan. Genangan terlihat depan Sudin Damkar Jakarta Barat. Beberapa petugas kemudian melakukan pengerukan di saluran air di kawasan itu.

Demi mengurangi genangan di kawasan itu. Mobil damkar di kerahkan melakukan penyedotan air dari jalan ke gorong gorong. Menjelang sore hari, genangan di kawasan itu menyurut.

Sementara itu, genangan juga terpantau di Jalan Daan Mogot depan Satpas SIM Polda Metro Jaya. Penyebab genangan diduga karena pintu air depan satpas yang jebol, imbasnya air tak terkendali dan menggenangi jalan raya.

Kepadatan kendaraan kemudian terlihat di kawasan itu. Beberapa pemilik mobil mulai pasrah melihat kondisi jalanan yang dipenuhi air.

Sementara sebagian pengendara motor yang telah melewati Flyover Pesing nekat puter arah, melawan arus menuju jalan panjang. Hingga menjelang magrib, genangan di kawasan itu belum juga teratasi. Sedangkan Polantas tak terlihat di lokasi.

"Dari pada engga gerak. Mending kita lewat mutar ke Jalan Panjang," ucap Firman (45), pengendara roda dua di Daan Mogot.

Imbas dari genangan yang terjadi, membuat sedikitnya tujuh RT di RW 02 Rawa Buaya terendam. Beberapa warga mulai mengungsi karena rumah mereka tergenang.

Ketua RW 02 Rawa Buaya, Suntama yang terendam itu, yakni di RT 02, 03, 08, 09 10, 12 dan 14 dengan rata-rata ketinggian air sekitar 40-50 cm.

Suntama mengatakan wilayahnya memang langganan banjir di Jakarta Barat. Penyebabnya berasal dari luapan dari Kali Mookervart di sisi Jalan Daan Mogot yang memang berada di depan kawasan RW 02 Rawa Buaya.

Terlebih, kawasan permukiman warga yang ada di gang posisinya lebih rendah dibanding aliran kali maupun Jalan Inspeksi yang ada di sisi kali. Kondisi diperburuk dengan pompa yang rusak di kawasan RT 12. "Ini membuat air jadi semakin lama surut," kata Suntama.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Purwanti saat dikonfirmasi melalui pesan singkat membenarkan ada genangan terjadi. Terburuk terjadi di Kembangan, Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan. "Tapi sekarang sudah mulai surut," ujar Purwanti.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak