alexametrics

Antisipasi Rob, Pemkot Jakut Lakukan Cek Pompa di Pesisir Pantai

loading...
Antisipasi Rob, Pemkot Jakut Lakukan Cek Pompa di Pesisir Pantai
Pemkot Jakut melakukan pengecekan sejumlah pompa air mengantisipasi banjir rob di kawasan pesisir.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A+ A-
JAKARTA - Mengantisipasi banjir rob di pesisir Jakarta, Pemkot Jakarta Utara melakukan pengecekan sejumlah pompa air. Pengecekan dilakukan agar manajemen air berjalan baik di kawasan itu.

Sebab, bila pompa dapat berjalan baik, maka genangan yang terjadi di pesisir utara dapat dihindari. Air tidak lagi menggenangi kawasan itu. "Kita ingin pompa berjalan baik. Jangan sampai saat datangnya hujan air tidak dapat disedot, kasihan masyarakat," ungkap Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, Senin (14/10/2019).

Dalam kesiapsiagaan menghadapi penghujan, Wawan meminta Sudin rutin melakukan pemantauan, khususnya saluran air. Sebab, sekalipun pompa berjalan baik, tapi tanpa drainase baik maka air tak bisa dialiri dengan baik.



Termasuk, petugas harian lepas (PHL), Wawan meminta monitoring terus dilakukan pihaknya disejumlah titik."Penekanan terhadap kawasan ekonomi dan pemukiman, jangan sampai aktifitas terhambat karena genangan," tuturnya.

Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara, Adrian Mata Maulana menegaskan, seluruh mesin pompa pengendali air berfungsi normal. Keseluruhannya dapat digunakan jika terjadi luapan air akibat intensitas hujan yang tinggi.(Baca: Jakarta Diguyur Hujan, Hati-hati Banjir Rob)

"Seluruh pompa pengendali air berfungsi normal. Setiap pekannya kita selalu update perkembangan kondisi mesin," ujar Adrian. Dia melanjutkan, saat ini terdapat 19 lokasi rumah pompa pengendali air stasioner dengan total 38 mesin berbagai kapasitas di Jakarta Utara.

Kedua mesin di antaranya sedang dalam perbaikan, yakni satu unit mesin berkapasitas 2.000 liter per detik di Rumah Pompa Pinang, Koja dan satu unit mesin pompa berkapasitas 500 liter per detik di Rumah Pompa Kapuk 3.

"Dua mesin dalam perbaikan hanya tergolong rusak ringan. Hanya butuh penggantian klep saja," ujarnya. Sementara untuk pompa mobile dan portable, dipastikannya terdapat lima mesin berkondisi normal.

Sedangkan enam diantaranya mengalami rusak ringan dan dalam proses perawatan."Untuk pompa mobile dan portable totalnya ada 11 unit. Rata-rata berkapasitas mulai dari 100-400 liter per detik. Seluruhnya berfungsi normal meski ada beberapa pompa yang dalam perawatan," ucapnya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak