alexametrics

Banjir di Jalan Sasak II, Pemkot Akui Akibat Penyempitan Saluran Air

loading...
Banjir di Jalan Sasak II, Pemkot Akui Akibat Penyempitan Saluran Air
Akibat penyempitan saluran air, Jalan Sasak II, Kebon Jeruk, Jakarta Barat kerap tergenang jika diguyur hujan lebat, Selasa (12/2/2019). Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengakui kalau penyebab banjir di Jalan Sasak II, Kebon Jeruk akibat penyempitan saluran air. Saat ini pihaknya sedang berusaha melakukan pengerukan agar jalan tersebut bebas dari banjir.

Kasudin Sumber Daya Air Jakarta Barat, Imron Syahrin tak menampik genangan yang terjadi di kawasan Sasak II karena penyempitan saluran. Karenanya dirinya tak bisa berbuat banyak selain melakukan pengerukan terhadap kawasan yang sempit itu. (Baca: Air Laut Meninggi, Pemukiman Warga di Jakarta Barat Tergenang)

“Yah mau gimana. Agak sulit di kawasan itu. Karena salurannya menyempit. Sembari berkomunikasi dengan warga, kami melakukan pengerukan,” ucapnya ketika dihubungi, Selasa (12/2/2019).



Sementara untuk tahun 2019, Imron mengakui pihaknya menyiapkan anggaran Rp 81 miliar untuk mengantisipasi genangan di Jakarta Barat. Pembangunan seatpel dan pengadaan pompa menjadi salah satu prioritasnya.

Saat ini, kata Imron sedikitnya ada 24 pompa mobile yang berkeliling mengantisipasi banjir. Puluhan pompa itu nantinya akan ditambah 5 pompa, artinya menghadapi hujan tinggi 29 pompa akan berkeliling dibeberapa titik. (Baca juga: Bangunan Liar Hambat Normalisasi di Saluran Air di Jakarta Barat)

“Salah satunya di KM 13 Daan Mogot. Kami siagakan dua pompa disana,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi mengatakan bahwa banjir di wilayahnya alami penurunan dari sebelumnya puluhan titik menjadi belasan titik.

“Saya tak ingat detailnya. Tapi yang jelas ada perubahan dan penurunan ancaman lokasi genangan,” kata Rustam ketika dikonfirmasi.

Rustam mengakui beberapa titik itu meliputi kawasan KFT, Kembangan Utara, dan Kelapa Dua. Berbagai macam karakter dan masalah terjadi di kawasan itu, mulai dari saluran menyempit hingga belumnya di normalisasi.

Karenanya, untuk mengantisipasi banjir, Rustam mengaku pihaknya bergerak melakukan trobosan mulai dari melakukan normalisasi, hingga menyediakan pompa mobile dilakukan Sudin Sumber Daya Air Jakarta Barat.
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak