Profil dan Biodata Ade Armando, Dosen UI yang Menyebut Aremania Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan

Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:19 WIB
loading...
Profil dan Biodata Ade Armando, Dosen UI yang Menyebut Aremania Penyebab Utama Tragedi Kanjuruhan
Ade Armando, Dosen Universitas Indonesia yang kembali mencuri perhatian publik. Foto DOK SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ade Armando , Dosen Universitas Indonesia yang kembali mencuri perhatian publik usai menyatakan bahwa tragedi Kanjuruhan adalah murni kesalahan dari Aremania .

Dalam sebuah video yang diunggah melalui akun twitter @iPhyM, dia mengungkapkan bahwa penyebab utama Tragedi Kanjuruhan adalah suporter Arema yang sok jagoan dengan melanggar semua aturan di dalam stadion.

Baca juga : Ade Armando Jadi Trending Topic Twitter

Hal tersebut lantas mengundang banyak respon negatif netizen. Bukan hanya pertama ini Ade Armando menjadi sorotan publik. Sebelumnya dia sempat diamuk massa saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

Karena itulah banyak orang yang penasaran tentang siapa sosok Ade Armando sebenarnya. Berikut profil singkat dan biodatanya.

Ade Armando lahir pada 24 September 1961 di Jakarta. Dia kini menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini memiliki darah Minangkabau. Ayahnya sempat menjadi atase di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Maroko dan Filipina pada masa Presiden Soekarno.

Ade Armando memulai masa pendidikan formalnya di SD Banjarsari I Bandung pada 1973. Kemudian melanjutkannya ke SMP Negeri 2 Bogor, dan SMA Negeri 2 Bogor.

Setelah menyelesaikan masa pendidikan dasar, Ade lantas berkuliah di Universitas Indonesia dan mengambil Jurusan Ilmu Komunikasi. Sembari mengenyam pendidikan dia juga aktif dalam pers mahasiswa, Warta UI.

Dari sinilah Ade Armando mulai mendalami jurnalistik bersama Rosihan Anwar dan Masmimar Mengiang. Setelah menyelesaikan studi pada 1988. Dia lalu melanjutkan kuliah ke Universitas Negeri Florida dan meraih Master of Science tahun 1991.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1989 seconds (11.97#12.26)