Kasus Pencurian Cokelat dan Intimidasi Karyawan Alfamart, Polisi Periksa 5 Saksi

Senin, 15 Agustus 2022 - 19:28 WIB
loading...
Kasus Pencurian Cokelat dan Intimidasi Karyawan Alfamart, Polisi Periksa 5 Saksi
Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo di Mapolres Tangsel. Foto: MNC Portal Indonesia/Isty Maulidya
A A A
TANGERANG - Lima orang saksi telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Tangerang Selatan terkait pencurian cokelat dan intimidasi oleh salah seorang konsumen Alfamart bernama Mariana. Pemeriksaan tersebut dilakukan usai kepolisian menerima laporan dari manajemen Alfamart, Senin (15/8/2022).

"Bisa kita informasikan, kita sudah menerima laporan terkait pencurian cokelat di Alfamart Sampora, sejauh ini sudah diperiksa lima saksi," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Aldo di Mapolres Tangsel. Baca juga: 6 Fakta Pencurian Cokelat di Alfamart, Dukungan Publik Mengalir ke Karyawan Minimarket

Adapun saat ini saksi yang diperiksa merupakan pegawai minimarket Alfamart Sampora, Cisauk. Untuk selanjutnya polisi juga akan memanggil pihak terlapor untuk diambil keterangannya.

"Saksi lima itu, kasir, petugas toko yang ada di TKP. Dan semua (peristiwa pencurian) terekam di CCTV (toko)," ucap dia.

Dia menerangkan, terlapor Mariana, diduga melakukan pencurian tiga batang cokelat dan dua botol sampo dari toko tersebut. Berdasarkan pengakuan saksi - saksi, semua barang yang telah dicuri itu juga telah dilunasi pelaku dan keluarga di hari bersamaan dan sehari setelahnya.

Sementara itu, Pengacara Mariana, Haji Amir mengungkapkan, sebetulnya video ucapan permintaan maaf itu dibuat hanya untuk disebarkan dalam grup internal karyawan Alfamart. Amir juga mengaku, tak ada satupun kalimat ancaman yang keluar.Kata dia, dirinya hanya meminta pada karyawan Alfamart untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.



"Saya kebetulan dengan ibu Mariana adalah teman baik, jadi saya kesana hanya untuk meminta video yang beredar itu dihapus. Tidak ada kalimat ancaman UU ITE, hanya menasihati untuk lebih bijak bermain sosial media," ujar Amir saat dihubungi, Senin (15/8/2022).

Amir melanjutkan, kasus tersebut harusnya sudah selesai karena Mariana sudah membayar cokelat yang diambil dengan harga tiga kali lipat. Namun yang disayangkan oleh Mariana adalah mengapa videonya itu viral usai dia menyelesaikan masalah tersebut.

"Ibu itu setelah disuruh bayar cokelatnya, langsung bayar tiga kali lipatnya. Setelah pulang ke rumah, kok lihat video itu viral padahal kan sudah diselesaikan," lanjut Amir. Baca juga: Dukungan untuk Karyawan Alfamart Terus Mengalir di Medsos
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1975 seconds (10.101#12.26)