Bantu Warga Terdampak Covid-19, LazisMu UHAMKA Bagikan Paket Sembako

Sabtu, 25 April 2020 - 22:30 WIB
loading...
Bantu Warga Terdampak Covid-19, LazisMu UHAMKA Bagikan Paket Sembako
Kantor Layanan (KL) LazisMu UHAMKA memberikan sejumlah paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Foto/SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A A A
JAKARTA - Kantor Layanan (KL) LazisMu UHAMKA memberikan sejumlah paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Pemberian paket sembako merupakan program Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilakukan serentak secara nasional.

Wakil Rektor IV UHAMKA, Bunyamin mengatakan, paket sembako ini merupakan langkah kepedulian Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA melalui Kantor Layanan Lazismu UHAMKA terhadap dampak yang terjadi pada masyarakat akibat situasi Pandemi virus Covid-19.“Saat ini banyak warga seperti sekuriti, driver, teknisi, OB, juru parkir, ojol dan pedagang kaki lima serta masyarakat lainnya yang sangat terdampak wabah virus Corona,” kata Bunyamin di Jakarta pada Sabtu (25/4/2020).

Menurut dia, pembagian sembako tersebut sudah dilakukan sejak Kamis, 23 April 2020 yang didistribusikan ke warga sekitar UHAMKA serta PCM dan PRM.

Wakil Ketua KL. Lazismu Uhamka, M Abdul Halim Sani menambahkan, biaya pembelian sembako itu diperoleh dari hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh KL Lazismu dan Civitas UHAMKA.“Hasil penggalangan tersebut tidak hanya dibelanjakan untuk sembako dan biaya penanggulangan Covid saja, namun juga akan dilakukan kepada program lainnya yaitu program talikasih bagi pendidikan. Adapun Yang sudah berjalan yakni seperti serangkain kerja sama dengan Rektorat UHAMKA, PDM, PCM dan PRM dalam penanggulangan Covid berupa donasi, serta program bantuan paket sembakokami laksanakan,” kata Sani.

Bendahara Lazismu Uhamka, Lely Lailani menuturkan, setelah pembagian sembako ini pihaknya masih ada program lagi, yakni melakukan program tali kasih.“Hal itu mengingat dampak pandemi virus Covid-19 terhadap masyarakat yang menyebabkan pendapatan mereka berkurang karena harus mengkarantina diri di rumah. Situasi seperti ini membuat warga yang berpenghasilan harian kesulitan dalam membiayai uang sekolah anak-anak mereka. Program ini Insya Allah akan terus dilakukan hingga Pandemi Covid-19 ini berakhir,” ucap Lely.
(hab)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1550 seconds (10.101#12.26)