Curi Handphone di Konter, Pria Paruh Baya Nyaris Dikeroyok Massa

Selasa, 19 April 2022 - 07:29 WIB
loading...
Curi Handphone di Konter, Pria Paruh Baya Nyaris Dikeroyok Massa
Seorang pria berinisial MA (43) kepergok warga saat mencuri handphone di sebuah toko Jalan H. Juhri, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A A A
JAKARTA - Seorang pria berinisial MA (43) kepergok warga saat mencuri handphone di sebuah toko Jalan H. Juhri, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat . MA nyaris menjadi bulan-bulanan warga.

Kejadian itu sempat diunggah melalui video yang diunggah oleh akun Instagram @jurnalisjunior pada Minggu, 17 April 2022. Dalam rekaman singkat itu memperlihatkan, pelaku yang menggunakan helm dikerubungi sejumlah warga di lokasi.

Tampak warga memarahinya hingga membuat pelaku tak bisa berkata-kata. Sesekali warga juga menoyor helm pelaku."HatiĀ² buat para penjaga konter hp,jangan sampe lengah... Baru saja terjadi pencurian hp seorang penjaga konter hp di Jl.H.Juhri Meruya Selatan depan SDN 01 Meruya Selatan. Tersangka sudah dibawa ke POLSEK KEMBANGAN," tulisnya dalam caption dikutip MPI pada Selasa (19/4/2022).

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Kembangan AKP Reno Apri Wijayanto membenarkan pihaknya telah mengamankan pelaku tersebut. Mulanya, pihak kepolisian mendapat informasi dari warga bahwa ada pelaku jambret Hp yang diamankan warga. Baca: Ada Penipuan Catut Nama Sekda Bekasi, Kayak Mama Minta Pulsa

"Kemudian piket buser segera ke TKP dan mengamankan seorang pelaku yang sudah diamankan terlebih dahulu oleh warga. Lalu pelaku, korban, saksi dan barang bukti yang diambil segera dibawa ke Polsek Kembangan guna penyelidikan lebih lanjut," ungkap Reno dihubungi, Senin (18/4/2022).

Reno mengatakan, pelaku melakukan modus mendatangi toko tersebut dengan pura-pura membeli hp. Kemudian, saat penjaga gerai lengah, pelaku kemudian melancarkan aksi jahatnya. "Biasa pura-pura beli handphone dan pura-pura lihat," kata Reno.

Meski demikian, lanjutnya, korban tidak mau membuat laporan polisi dan memilih jalan kekeluargaan. "Dari korban sudah buat surat pernyataan tidak ingin melanjutkan laporannya, karena HP yang digunakan dagangan enggak mau dijadikan alat bukti," pungkasnya.
(hab)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1868 seconds (10.177#12.26)