Gara-gara Covid-19, Kerugian Industri Pernikahan Capai Rp70 Triliun

loading...
Gara-gara Covid-19, Kerugian Industri Pernikahan Capai Rp70 Triliun
Foto: Ilustrasi/SINDOnews
BEKASI - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Dokumentasi Indonesia (HIPDI) Suprafto berharap pemerintah mendukung penuh industri pernikahan di tengah wabah Covid-19. Asosiasi besar pernikahan bahkan telah membuat program agar pernikahan di new normal dapat digelar. ”Berkaitan dengan hotel, gedung, catering, dekorasi, entertainment, dan banyak lagi itu sudah kita programkan,” ujarnya, Senin (15/6/2020). (Baca juga: PSBB Proporsional, Kota Bekasi Bolehkan Warga Gelar Resepsi Pernikahan)

Menurut dia, pelaku bisnis wedding membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk kembali membangkitkan perekonomian. ”Berbeda dengan restoran, mereka bisa langsung buka. Kalau bisnis wedding itu tidak bisa langsung buka, bisa saja sekarang simulasi dan baru bisa melakukan pernikahan pada tahun yang akan datang,” ungkapnya.

Suprafto mengungkapkan, selama pandemi Covid-19 ini atau tiga bulan belakangan, asosiasi bisnis wedding sudah merugi pada kisaran Rp50 triliun-Rp70 triliun. Karena itulah, dia meminta pemerintah daerah untuk kembali membangkitkan roda perekonomian.

“Selama 3 bulan belakangan ini kami cancel pernikahan seluruh Indonesia itu mencapai sekitar 200 ribu rencana pernikahan. Untuk Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sekitar 60 ribu pernikahan (dibatalkan). Maka itu, terima kasih kita kepada pemerintah yang sudah mengizinkan kembali resepsi pernikahan,” ucapnya. (Baca juga: Takut di Test Covid-19, Pedagang Pasar Rawa Belong Tutup Toko)

(jon)
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top