Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Ahli: Briptu Fikri Terluka Akibat Benda Tumpul

Selasa, 04 Januari 2022 - 18:17 WIB
loading...
Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Ahli: Briptu Fikri Terluka Akibat Benda Tumpul
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang dugaan kasus unlawful killing Laskar FPI dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, Selasa (4/1/2022). Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang dugaan kasus unlawful killing Laskar FPI dengan terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, Selasa (4/1/2022). Kali ini, JPU menghadirkan 6 orang saksi ahli dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Adapun keseluruhan saksi yang dihadirkan tersebut di antaranya ahli Kedokteran Visum et Repertum dr Novia Theodor Sitorus, Ahli Kedokteran Forensik dr Arif Wahyono, dr Farah P Kaurow, dr Asri M P, Ahli DNA Irfan Rovik, dan ahli Inafis Eko Wahyu B. Baca juga: Ini Alasan Komnas HAM Sebut Kematian 4 Laskar FPI sebagai Dugaan Unlawful Killing

Adapun salah satunya, dr Novia Theodor Sitorus selaku ahli kedokteran Visum et Repretum mengungkapkan kesaksiannya. Dia merupakan orang yang melakukan visum pada terdakwa Fikri Ramadhan di RS Polri pasca kejadian dugaan unlwful killing terjadi.

Dia mengaku awalnya melakukan tanya jawab guna mengetahui riwayat kejadian yang dialami oleh Fikri. Lantas, dia melakukan pemeriksaan fisik dan luka-luka yang dialami oleh Fikri, yang mana dalam pemeriksaan Novia didampingi dokter forensik.

Hasilnya, tim menemukan kesimpulan jika Fikri mengalami beberapa luka lecet dan lebam akibat benda tumpul.

"Saat itu saya menemukan beberapa luka lecet dan luka lebam yang saat itu disimpulkan sebagai akibat dari benda tumpul," ujarnya di persidangan.



Novia menjelaskan tentang luka lebam yang dimilik Fikri berada di pipi dan luka lecet pada bagian leher serta tangannya.

Novia juga menjelaskan tentang kondisi fisik Fikri saat menjalani pemeriksaan visum. Kata dia, dalam pemeriksaan, Fikri dalam kesadaran penuh dan tanda-tanda vital dalam keadaan normal.

"Saat itu kesadarannya sadar penuh, tanda-tanda vital dalam keadaan normal," tuturnya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2133 seconds (11.97#12.26)