BOR Pasien Covid 56% dan ICU 76%, Anies: Ini Sudah Rendah Dibanding Pertengahan Juli

loading...
BOR Pasien Covid 56% dan ICU 76%, Anies: Ini Sudah Rendah Dibanding Pertengahan Juli
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan kondisi rumah sakit selama Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dan PPKM Level 4 diterapkan di Ibu Kota. Ada penurunan Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur dan keterisian Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit.

"Pada saat ini BOR di RS 56 persen kemudian ICU 76 persen. Ini sudah jauh lebih rendah dibandingkan pertengahan Juli saat itu diangka 95 persen sekarang turun menjadi 56 persen kemudian ICU sudah turun menjadi 76 persen. Ini artinya memang kasus aktif di Jakarta sudah makin rendah. Kalau kita lihat angkanya tanggal 16 Juli ada 113.000 kasus aktif, sekarang ada 16 ribuan kasus aktif artinya turun hampir 100 ribu," kata Anies kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Meskipun terus menurun, Anies mengingatkan, agar masyarakat terus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi varian Delta yang dikenal cukup ganas belum dapat diatasi. Baca juga: Anies Tinjau Tempat Isolasi Covid-19 Perusahaan Ritel Swasta di UBM Housing Jakut

"Kemudian apa langkah kedepannya mari kita, masyarakat dan pemerintah teruskan apa yang sudah kita kerjakan selama satu bulan ini karena selama satu bulan ini kita sama-sama meningkatkan keseriusan dalam protokol kesehatan jadi itu dijaga maskernya, jaraknya, mobilitasnya itu harus diteruskan," lanjut Anies.



Anies juga mengajak masyarakat agar ikut program vaksinasi Covid-19. Agar kekebalan kelompok atau herd Immunity segera tercapai. Baca juga: Pangdam Jaya dan Anies Baswedan Resmikan Sentra Vaksinasi Serviam

"Mari kita teruskan vaksinasinya jadi kita teruskan saat ini sudah 7,8 juta orang di Jakarta teruskan. Jadi yang belum divaksin datangi tempat vaksinasi lebih dari 300 lokasi di seluruh Jakarta dengan mudah mendapatkan itu jadi satu sisi pencegahan dilakukan di sisi lain kita testing, tracing, di Jakarta selalu tinggi dibandingkan dari WHO 15-19 kali lipat daripada persyaratan WHO," tutupnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top