Palsukan Sertifikat Vaksin Covid-19, Pasutri Diciduk Polisi

loading...
Palsukan Sertifikat Vaksin Covid-19, Pasutri Diciduk Polisi
Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pasutri yang membuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu.Foto/MPI/Putranegara Batubara
JAKARTA - Polres Pelabuhan Tanjung Priok menangkap pasangan suami istri (pasutri) yang membuat sertifikat vaksin Covid-19 palsu. Pelaku berinisial AEP dan TS telah melakukan pemalsuan sertifikat vaksin sejak satu bulan terakhir.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, modus pelaku membuat surat sertifkat vaksin Covid-19 palsu menggunakan jenis kartu dengan memasukkan data fiktif serta memanipulasi ID Number dan Barcode pada sertifikat tersebut.

"Kedua pelaku ditangkap pada Rabu, 21 Juli di Bogor dengan barang bukti beberapa dokumen palsu dan sertifikat vaksin Covid-19 palsu," kata Putu dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Putu menjelaskan, awal kasus ini terungkap usai pihaknya mendapatkan informasi bahwa terdapat masyarakat yang tidak melaksanakan vaksin tetapi memiliki kartu sertifikat vaksin Covid-19 dan tidak terdata pada RT/RW setempat.



"Kemudian Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan investigasi dan pengembangan terkait kasus tersebut dengan melakukan patroli siber," ujar Putu. Baca: Kakek 70 Tahun Bunuh Istri Pakai Besi Linggis, Simpan Dendam dan Cemburu Sejak 5 Tahun

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP David Kanitero mengatakan, langsung melakukan penyelidikan terkait adanya pemalsuan sertifikat vaksin Covid-19. Pada Sabtu, 10 Juli 2021 sekira jam 10.00 WIB tim penyelidik menemukan akun FB Kirana (milik DPO atas nama KR) yang menawarkan jasa pembuatan dokumen seperti KTP, NPWP, SIM, Akte Lahir dan lainnya.

Kemudian penyelidik memesan sertifikat vaksin melalui akun tersebut via WhatsApp (WA)."Penyelidik memesan sertifikat vaksin Covid-19 dengan hanya mengirim data KTP tanpa mentautkan link sertifikat vaksin yang telah memiliki nomor ID," ucapnya.

Pada hari Selasa, 13 Juli 2021 penyelidik sudah menerima sertifikat vaksin sesuai data KTP yang dikirim sebelumnya. Sertifikat vaksin Covid-19 yang diterima diyakini palsu karena nomor ID pada sertifikat tersebut serta barcode yang tertera palsu.

"Lalu kemudian penyelidik melakukan pelacakan alamat pengirim berasal dari jasa ekspedisi J&T cabang Puncak, Bogor. Pada Rabu, 21 Juli 2021 penyelidik mengamankan dua orang pelaku yang merupakan pasutri di J&T Puncak, Bogor dimana para pelaku telah membawa dokumen-dokumen diduga palsu seperti KTP, NPWP, ijazah perguruan tinggi, transkip nilai universitas, dan sertifikat vaksin Covid-19 palsu yang telah siap untuk dikirim ke pemesan," paparnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top