Mediator Futsal Mati Ditusuk Tim yang Kalah, Diduga Gara-gara Taruhan Rp300.000

loading...
Mediator Futsal Mati Ditusuk Tim yang Kalah, Diduga Gara-gara Taruhan Rp300.000
Seorang remaja berinisial MRR (19) meregang nyawa setelah ditusuk pemain futsal di Jakarta Barat. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Seorang remaja berinisial MRR (19) meregang nyawa setelah ditusuk pemain futsal di Jakarta Barat. Dia tewas dengan luka di punggung bagian tengah. Sementara korban luka dialami WN, 19, yang juga tersabet pisau di bagian lengan kiri.

Kejadian itu terjadi pada Senin (19/4/2021) dini hari seusai dua tim futsal kelompok Kojan, RT 11/06 Kalideres dan Bulak Teko RT 6/8, Kalideres bertanding. Padahal MRR bukan pemain futsal dari kedua tim, dia tewas ditusuk pemain dari tim yang kalah. "Dia hanya mediator saja. Kaya yang nengahi keduanya," kata warga sekitar, Grentino Piero, Selasa (20/4/2021) malam.

Saat malam kejadian, Grentino melihat bila korban sedang menaiki motor. Sementara pelaku berlari mengejar lalu menusuk korban di bagian punggung, membuat korban dan temannya, NW terjatuh. (Baca juga; Plt Kepala Dinas Parekraf DKI Ditusuk Orang Tak Dikenal di Kantornya )

Pelaku kemudian langsung kabur. Grentino yang merupakan teman NW membawa keduanya ke Rumah Sakit Mitra Kalideres. Namun nyawa MRR tak terselamatkan, sementar NW terluka.

Dari laporan yang diterima polisi, NW kena sabet pisau di lengan kiri oleh pelaku. Meski demikian antara MRR dan NW dengan pelaku tak saling kenal. (Baca juga; Hilang Kendali, Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan Tunggal di Jakarta Barat )



Grentino yang telah dimintai keterangannya oleh polisi menyebutkan bila pelaku merupakan kelompok Bulak Teko. Dugaan kuat, pelaku merupakan abang dari dua tim futsal yang bertanding saat itu. Sementara korban yang tewas diketahui tinggal di Kojan, Tangerang.

Selesai laporan warga, tim gabungan Polres Metro Jakarta Barat terdiri Unit Krimum Satreskrim dan Unit Reskrim Polsek Kalideres telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim tengah memburu pelaku yang identitasnya telah dikantongi.

Motif sementara, kelompok pelaku tak terima harus membayar sewa lapangan futsal secara penuh. Padahal kesepakatan itu telah diamini keduanya sebelum bertanding.

Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra mengatakan selain harus membayar uang sewa lapangan futsal. Mereka juga wajib bayar Rp300.000. "Ada uang taruhan sekitar Rp300.000," ucap Dimitri.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top