Tahanan Tewas di Polres Tangsel, Komnas HAM Lakukan Penyelidikan

loading...
Tahanan Tewas di Polres Tangsel, Komnas HAM Lakukan Penyelidikan
Komnas HAM mendatangi Mapolres Tangsel dalam rangka penyelidikan atas tewasnya seorang tahanan narkoba bernama Sigit Setiawan di dalam sel. Foto: MNC Portal/Hambali
TANGERANG SELATAN - Tim Komisi Nasional (Komnas) Hak Azasi Manusia (HAM) mendatangi Mapolres Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (17/04/21). Kedatangan mereka dalam rangka penyelidikan atas tewasnya seorang tahanan narkoba bernama Sigit Setiawan di dalam sel.

Ketua Tim Pemantauan Penyelidikan Komnas HAM, Wahyu Pratama Tamba, mengatakan, pihaknya ingin menindaklanjuti peristiwa meninggalnya seorang tahanan pada 11 Desember 2020 lalu di dalam sel Mapolres Tangsel.

"Memang tidak ada keluarga yang mengadu, ini murni karena pemberitaan di media dan menjadi perhatian Komnas HAM," katanya.

Baca juga: Tahanan Polres Tangsel Tewas di Sel, Keluarga: Banyak Luka Bekas Penganiayaan

Komnas HAM telah menyurati Kapolda Metro Jaya terkait kasus itu. Sementara ini informasi yang diperoleh dari petugas terkait menyebutkan, bahwa penyebab kematian Sigit adalah sakit jantung.



"Jadi untuk kasusnya sendiri, disampaikan tadi oleh penyidik Jatanras Polres Tangsel, bahwa memang ada peristiwa sebelum kematiannya, ada peristiwa penganiayaan yang dilakukan sesama tahanan. Namun penyebab kematiannya adalah riwayat sakit jantung," ungkapnya.

Diagnosis medis itu dilengkapi pula oleh hasil visum dari RSU Kabupaten Tangerang. Dengan meninggalnya tahanan tersebut, maka kasus pidananya telah di SP3 oleh penyidik. Sedangkan kasus penganiayaannya terus berjalan.

Baca juga: Waspada! Pencopet Barang Belanjaan Pengunjung Gentayangan di Pasar Tanah Abang

"Untuk kasus tindak pidana almarhum sudah di SP3. Sedangkan untuk kasus penganiayaan yang terjadi beberapa hari sebelum dia meninggal dunia itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan," bebernya.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian di Mapolres Tangsel juga menuturkan sejumlah kendala kepada Komnas HAM mengenai terbatasnya ruang lapas hingga memungkinkan terjadinya perselisihan sesama tahanan.



"Jadi tadi terungkap bahwa tadi kepolisian berharap, untuk tahanan yang P21 sebenarnya sudah bisa lah dilimpahkan ke Lapas, tidak di sini, karena overload jadinya. Ruangannya hanya 9, kapasitasnya kecil-kecil. Terungkap juga bahwa tahanan itu tidur dalam 3 shift, rawan perselisihan," terang Wahyu.

Sigit Setiawan (33) tewas saat menjalani penyidikan oleh pihak kepolisian di Mapolres Tangsel. Pihak keluarga menyebut, terdapat banyak luka bakar dan lebam yang diduga bekas penganiayaan.

Sigit merupakan tahanan Satnarkoba yang baru ditangkap pada 1 Desember 2020. Dia diciduk aparat di kawasan Pamulang dengan dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang (UU) nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top