Survei NSN: Kepuasan Warga Terhadap Anies di Bawah 40 Persen

loading...
Survei NSN: Kepuasan Warga Terhadap Anies di Bawah 40 Persen
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Dok SINDOnews
JAKARTA - Jalan yang bakal ditempuh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuju panggung politik nasional tampaknya harus melalui jalan berliku. Setelah berhasil memenangkan Pilkada DKI 2017, posisi strategisnya sebagai Gubernur DKI belum menunjukkan kinerja yang memuaskan publik ibu kota.

Berkaca dari kasus Jokowi yang menang dua kali Pilkada di Solo dan DKI Jakarta berhasil mengantarkan sebagai presiden yang menang berturut-turut dalam dua kali gelaran Pilpres. Padahal, Jokowi hanya menjabat Gubernur DKI selama setengah periode saja.
Baca juga: Survei NSN: Tiga Parpol Ini Berjaya di Jakarta

Survei yang dilakukan Nusantara Strategic Network (NSN) menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Anies sangat rendah hanya mencapai 39,3 persen. “Tingkat kepuasan publik terhadap incumbent Anies Baswedan rendah sekali, di bawah 40 persen,” ujar Direktur Program NSN Riandi di Jakarta, Kamis (4/3/2021).

Sebagian besar publik merasa tidak puas, yakni 51,5 persen dan sisanya tidak tahu/tidak jawab 9,2 persen.

Sebelumnya, Anies berhasil merebut jabatan gubernur melalui dua putaran Pilkada yang membelah publik dalam polarisasi yang sangat tajam. Dalam sejumlah survei calon presiden, nama Anies kerap bertengger di jajaran atas. Anies juga diyakini akan maju lagi untuk kedua kalinya jika Pilkada jadi digelar pada 2022. Tapi, dengan kinerja yang dinilai buruk, Anies tampaknya harus bekerja keras untuk bisa kembali menang.



“Sejak awal menjabat gubernur, Anies tampak tidak mampu men-deliver program sebagaimana yang dilakukan kepala daerah lainnya,” kata Riandi.

Anies hanya berputar-putar pada narasi yang memang menjadi keunggulan dalam mengatur kata-kata lewat media.
Baca juga: Anies Unggah Kolaborasi Penataan Permukiman, Warganet: Program Bagus, tapi di 2022 Mau Dijegal

Terakhir, sejumlah anggota DPRD DKI yang dimotori Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berniat menggulirkan interpelasi soal banjir. Dalam janji kampanyenya, Anies mengusulkan naturalisasi sebagai alternatif normalisasi, tetapi banjir tetap menerjang ibu kota.

Sebelumnya, PSI juga menyoroti transparansi penyusunan anggaran (APBD) dan penggunaan dana untuk uang muka balap mobil Formula E. Demikian pula dengan lambatnya pembangunan infrastruktur transportasi publik untuk mengatasi problem klasik kemacetan Jakarta.

“Sisa waktu Anies untuk memperbaiki kinerjanya makin sempit sebelum habis periode pada tahun depan, apalagi jika jadwal Pilkada dimundurkan pada 2024, peluang Anies makin tipis untuk berlaga di panggung politik nasional,” ungkap Riandi.



NSN melakukan survei pada 20-27 Februari 2021 secara tatap muka dengan 400 responden mewakili seluruh wilayah di Jakarta. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error ±4,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
(jon)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top