Depok Sudah Tujuh Pekan Berada di Zona Merah, Sehari Rata-rata 300 Kasus Baru

loading...
Depok Sudah Tujuh Pekan Berada di Zona Merah, Sehari Rata-rata 300 Kasus Baru
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
DEPOK - Kota Depok sudah tujuh pekan berstatus risiko tinggi atau zona merah Covid-19 . Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk menekan penyebaran virus ini. Salah satunya melalui rekonsiliasi data dengan pemeritah pusat, serta terus-menerus menggencarkan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: 43 Penghuni Panti Asuhan di Kota Depok Positif COVID-19

“Kita sudah masuk ke pekan ketujuh zona merah. Saat ini juga kami sedang melakukan rekonsiliasi dengan pusat, karena gap data waktu yang lalu cukup tinggi. Alhamdulillah sekarang sudah mulai mengecil, mudah-mudahan ini sebagai basis data yang akurat yang akan digunakan untuk perhitungan zona risiko daerah,” ujar Jubir Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat (22/1/2021).

Dia menyebut, untuk menekan peningkatan kasus Covid-19 sejatinya berada di hulu. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengandalkan peran Kampung Siaga Covid-19. Selain itu juga ada instruksi dari Wali Kota Depok untuk Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) bertanggung jawab pada satu wilayah untuk menekan angka penyebaran.



“Jadi saat ini sudah ditandatangani juga SE dari Bapak Wali Kota Depok untuk kepala OPD menjadi pengawas bersama, strukturalnya dalam satu wilayah kecamatan,” ungkapnya.

Baca juga: Cara Lain Putus Penyebaran Covid-19, Jaksa di Depok Ini Bagi-bagikan Sajadah

Jadi di satu kecamatan ditunjuk satu orang tim pengawas (timwas) yang berkoordinasi dengan stakelholder untuk bersama-sama menekan penyebaran di satu wilayah.



“Satu Kepala OPD bertanggung jawab untuk satu wilayah bersama seluruh strukturalnya untuk berkolaborasi dengan kecamatan dan kelurahan di wilayah tersebut. Termasuk juga contact person, jadi ketika ada warga, ada kendala apapun, nanti akan berhubungan dengan tim pengawas yang ada di setiap kecamatan,” paparnya.

Adapun penambahan kasus saat ini mencapai 300 kasus per hari. Kondisi itu sudah terjadi sejak sepekan belakangan. “Untuk kasus, 300 per hari ini dalam pekan ini, sudah sepekan ini. Jadi tadi peningkatan kasus tertinggi itu pada klaster keluarga yang paling banyak. Jadi ada kasus 1 orang keluarga awalnya import case, 1 orang keluarga itu memaparkan kepada anggota keluarga yang lain, ya jadi rata-rata seperti itu. Jadi keluarg ke tempat kerja keluarga,” pungkasnya.
(thm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top