alexametrics

73 Ribu Bansos dari Presiden Mulai Disalurkan di Tangsel

loading...
73 Ribu Bansos dari Presiden Mulai Disalurkan di Tangsel
Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Batubara membagikan bansos dari Presiden Jokowi di Tangerang. Foto: Hasan Kurniawan/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG - Pembagian bantuan sosial (bansos) tahap pertama dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terhadap warga terdampak pandemi Corona sudah mulai dilakukan. Pemberian tahap pertama ini, dialokasikan untuk 73 ribu Kepala Keluarga (KK). Tetapi tidak hanya Tangsel, pembagian tahap pertama ini juga dilakukan di wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

Adapun bentuk bansos yang dibagikan berisi sembako, senilai Rp300.000. Isinya terdiri dari beras, minyak goreng, sarden, dan lainnya. Di wilayah Tangsel sendiri, pembagian paket sembako tahap pertama ini belum semuanya.

Warga yang belum menerima sembako, jauh lebih banyak ketimbang yang sudah. Warga pun menjerit dan bertanya-tanya, kapan bantuan sembako dari Presiden itu dicairkan. (Baca juga:RS Corona Batal Beroperasi, Dinkes Tangsel: Merugikan Kita Semua)



Menteri Sosial (Mensos) RI Juliari Batubara mengakui, pembagian paket sembako dari Presiden masih belum merata di Bodetabek. Bahkan, jumlahnya masih cukup kecil. Sehingga, harus cepat-cepat dibagikan. Apalagi, sebelum Lebaran, pembagian paket sembako tahap dua akan segera dicairkan. Dirinya pun berharap, pembagian tahap pertama ini dapat segera selesai dilakukan.

"Ini kan tahap pertama, masih ada dua tahap lagi. Tahap kedua sebelum Lebaran. Untuk Tangsel, alokasinya 73 ribu KK, masih belum banyak. Setiap tahap itu 73 ribu," kata Juliari kepada SINDOnews, Rabu 13 Mei 2020.

Tiap satu bulan, tambah dia, pemberian paket dilakukan dua kali di Bodetabek. Sehingga, totalnya jadi 6 tahap, selama tiga bulan. Adapun warga yang menerima tidak hanya yang ber KTP Tangsel, tetapi juga pendatang.

"Dari 6 kali penyaluran, 4 bentuknya sembako, 2 beras dari bulog. Untuk data, kita terima yang diusulkan oleh daerah. Bantuan itu juga boleh untuk para pendatang, tergantung pemdanya yang mendata," sambung Juliari.

Dijelaskan dia, pihaknya tidak mengintervensi proses pendataan yang dilakukan pemda. Data yang diserahkan oleh pemda, dianggap sudah terverifikasi dan bantuan dicairkan.

Lebih lanjut, pihaknya maklum, jika ada data yang berlipat ganda dan tidak sesuai pada pembagian sembako tahap pertama ini. Untuk itu, dia meminta kepada pemda untuk memperbaiki kesalahan data yang ada itu.

"Kemensos tidak melakukan pendataan lagi. Kalau kita yang data, akan kacau. Jadi sebelum Lebaran kita targetkan dua tahap. Nilai paketnya Rp300 ribu, sebulan dua kali. Yang wajib itu beras dan minyak," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Pondok Ranji Teguh Wibowo mengatakan, ada sebanyak 750 KK di wilayahnya yang belum menerima paket sembako Presiden Jokowi hingga kini. (Baca juga:Wakil Ketua Komisi IX Desak Pemerintah Cabut Perpres Kenaikan Iuran BPJS)

"Mana belum ada. Sampai sekarang kita di kelurahan juga masih menunggu. Warga sudah banyak yang menghubungi saya, tanya mana bansos Presiden. Saya jawab, sabar. Bertahap pembagiannya," ungkap Gatot.

Dijelaskan Gatot, daftar penerima bansos di Pondok Ranji sempat kacau, setelah dua orang staf kelurahannya dalam daftar penerima. Namun, masalah itu sudah diatasi.

"Awalnya kita gak tahu, karena gak merasa masukin. Lalu saya cek, ternyata benar. Tetapi kita tidak merasa menginput. Akhirnya, saya buat surat pembatalan dan akan dialihkan kepada yang berhak," pungkasnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak