Hari Ini Gugus Tugas dan Pemkot Depok Rapat Simulasi Suntik Vaksin Covid-19

loading...
Hari Ini Gugus Tugas dan Pemkot Depok Rapat Simulasi Suntik Vaksin Covid-19
Foto/Dok/SINDOphoto
JAKARTA - Gugus Tugas Covid-19 danPemerintah Kota Depok menggelar rapat untuk membahas simulasi program vaksinasi Covid-19 yang direncanakan berlangsung pada Kamis 22 Oktober 2020. Tim Penanggulangan Covid-19 dan Pemkot Depok akan membahas persiapan simulasi vaksin Covid-19 pada hari ini, Rabu (21/10/2020)."Sedang dalam pembahasan dengan Dinkes Kota Depok," ujar Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Depok Sri Utomo saat dikonfirmasi. (Baca juga: Ma'aruf Amin: Vaksinasi Sejalan Dengan Ajaran Islam)

Dia juga belum mau berkomentar terkait apakah ada kendala simulasi vaksin Covid-19 tersebut. Selain itu, Sri Utomo juga enggan merinci berapa jumlah vaksin dan tenaga kesehatan yang diterjunkan dalam simulasi tersebut.

"Masih dalam pembahasan dengan Kepala Dinkes ya," ujarnya. (Baca juga: Soal Vaksinasi, Jateng Prioritaskan untuk Nakes dan Petugas Lapangan)

Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Depok Dadang Wihana dan Kepala Dinas Kesehatan Depok Novarita juga membenarkan bahwa pihaknya masih akan membas persiapan simulasi vaksin Covid-19 tersebut.

"Baru besok (hari ini, red) dibahasnya," ujar Novarita saat dikonfirmasi. (Baca juga: Vaksinasi Massal Covid-19 Sulit Dilakukan Serentak)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menggelar simulasi penyuntikan vaksin Covid-19 di Kota Depok. (Baca infografis: Komunikasi Publik soal Vaksin COVID-19 Dipersiapkan Matang)

"Minggu ini ada rencana melakukan simulasi persiapan penyuntikan vaksin di Depok, kemungkinan hari Kamis sebagai respons persiapan gelombang I vaksin," ujarnya, Selasa 20 Oktober 2020.





Ridwan Kamil mengatakan simulasi digelar untuk mengetahui memadai tidaknya jumlah tenaga penyuntik vaksin di Bogor, Depok, Bekasi (Bodebek). "Bodebek memiliki 1.000 tenaga penyuntik vaksin yang sudah dilatih, sehingga kita akan simulasikan apakah 1.000 penyuntik ini memadai,” ucapnya.

Ridwan Kamil juga menjelaskan pihaknya telah mengajukan 3 juta vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat pada gelombang pertama ini. Nantinya vaksin itu akan didistribusikan ke wilayah dengan kasus epidemiologis yang tinggi, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek).



Ia menilai Bodebek pantas jadi prioritas karena daerah tersebut memiliki epidemiologis tinggi serta berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta yang merupakan penyumbang terbanyak kasus positif Covid-19.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top