alexametrics

Corona Mengancam, Wakil Ketua Panlih Ngotot Gelar Pemilihan Wagub DKI

loading...
Corona Mengancam, Wakil Ketua Panlih Ngotot Gelar Pemilihan Wagub DKI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sampai saat ini belum memiliki wakil untuk membantu menjalankan roda pemerintahan di DKI Jakarta. Foto/DOk/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Basri Baco menetapkan agenda pemilihan Wagub DKI Jakarta bakal digelar, Jumat (27/3/2020) . Langkah itu diambil atas kesepakatan mayoritas anggota dewan di Parlemen Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sikap wakil ketua panlih, Basri Baco menjadi polemik di tengah wabah virus Corona yang menyerang Jakarta. Hal ini bertentangan dengan maklumat dari Kapolri yang disampaikan Jenderal Idham Azis berkaitan dengan larangan berkumpul yang melibatkan banyak orang.

Keputusan tersebut dinilai kurang etis oleh rekan sejawat di Perlemen Kebon Sirih. Politisi Senior PDIP Sjahrial mengatakan, sebaiknya Panlih wagub DKI bersabar untuk tidak melakukan aktivitas yang melibatkan banyak orang di tengah wabah virus Corona. Sejatinya pemilihan wagub DKI dapat dilaksanakan setelah masa tanggap darurat berkahir pada 5 April 2020.



"Jangan mengorbankan orang banyak, hanya untuk persoalan pemilihan wagub yang tidak mendesak. Kan temen-temen Panlih bisa bersabar hingga 5 April," ujar Sjahrial di Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Menurut Sjahrial, agenda pemilihan wagub DKI Jakarta jangan terburu-buru untuk dilaksanakan. Sebab, kata dia, Pemprov DKI sendiri masih memiliki seorang Gubernur dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dalam kondisi darurat saat ini prioritas utama yakni penanganan wabah Covid-19 di DKI Jakarta. Lebih baik anggota dewan parlemen Kebon Sirih ikut menekan jumlah kasus Covid-19 agar tidak terus bertamabah, atau bisa melangsungkan rapat terkait anggaran mendahului APBD 2020 dimasa darurat saat ini.

"Pertanyaan saya sederhana, kenapa buru-buru. Kan masih bisa menunggu kondisi terkendali. Tidak usah juga Bamus DPRD menggelar rapat. Kalau sudah pegawai sekwan aktif, DPRD kembali aktif. Baru dimulai lagi aktifitasnya. Kalau sekarang ini, pegawai sekwan saja kerja dari rumah. Mau kita panggil mereka untuk datang ke DPRD," ungkapnya.

Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta Timur ini mengingatkan, agar Panlih menyadari persoalan covid-19 merupakan pendemi global yang mengancam kemanusiaan. Diperlukan kesabaran dan kesadaran membantu pemerintah serta petugas medis dalam menekan resiko penularan di masyarakat.

"Kalau memang dilaksanakan, polisi harus bertindak tegas, dengan membubarkan paripurna Pilwagub. Karena sesuai maklumat Kapolri, tidak boleh ada keramaian," ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, sempat mengungkapkan bahwasanya rapat paripurna pemilihan wakil gubernur (wagub) bakal digelar pada Jumat (27/3/2020) mendatang. Ia menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengurus surat izin kepada Polda Metro Jaya agar diperbolehkan menggelar acara tersebut.

"Makanya, sekarang ini pimpinan dewan sedang berkirim surat ke Polda Metro Jaya dan Dinas Kesehatan DKI untuk meminta izin apakah diperbolehkan menggelar acara paripurna pemilihan Wagub atau tidak. Karena kami juga gak mau tiba-tiba acara nantinya dibubarkan oleh polisi," terangnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, hingga saat ini belum ada surat pemberitahuan yang masuk dari DPRD DKI Jakarta terkait akan digelarnya pemilihan wagub pada Jumat 27 Maret 2020.

"Ya belom ada surat masuk," kata Yusri saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (27/3/2020).

Yusri menyebut pihaknya belum dapat memastikan digelarnya acara itu, tapi kata dia, biasanya pihak kepolisian akan dilibatkan dalam melakukan pengamanan.

"Kita belum tahu acaranya jadi atau tidak, tapi biasanya kita pengamanan, kita kan punya petugas di sana biasa kegiatan di dalam aja," katanya.

Lebih jauh Yusri menegaskan bahwa pihaknya melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh Presiden Jokowi dan Maklumat yang dikeluarkan oleh Kapolri untuk melakukan sosial distancing dan tidak menggelar acara yang melibatkan banyak orang atau keramaian.

"Kalau itu memang iya, kan sudah ada maklumat Kapolri, kan maklumat sudah jalan. Salah satunya seperti itu, sosial distancing kan menjaga jarak," katanya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak