Gegara Bakar Sampah, Anak Pimpinan Ponpes di Tambora Dianiaya 2 Satpam

Rabu, 09 November 2022 - 10:55 WIB
loading...
Gegara Bakar Sampah, Anak Pimpinan Ponpes di Tambora Dianiaya 2 Satpam
Nasib nahas menimpa pemuda berinisial AZ (21), karena membakar sampah di pinggir rel kereta api dekat Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Nasib nahas menimpa pemuda berinisial AZ (21), karena membakar sampah di pinggir rel kereta api dekat Stasiun Duri , Tambora, Jakarta Barat. AZ dianiaya dua orang Satuan Pengamanan (Satpam) stasiun berinisial DI (25) dan SB (20).

Kapolsek Tambora Kompol Putra Pratama mengatakan, AZ dianggap bersalah dan diborgol dengan dikaitkan ke kursi oleh kedua oknum satpam tersebut. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat 4 November 2022 dini hari. Baca juga: Pulang Dini Hari, Pemuda Depok Jadi Korban Penganiayaan di Meruyung

Tak sampai di situ, kata dia, saat diinterogasi korban juga dipukul di bagian lengan dan paha serta punggung menggunakan selang air dan sarung samurai. Korban juga dicukur botak oleh kedua pelaku.

"Hingga pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 WIB, korban baru dilepas oleh satpam lain kemudian disuruh pulang," kata Putra dalam keterangannya, Rabu (9/11/2022).



Setiba di rumah, korban menceritakan kejadian penganiayaan yang menimpanya kepada orang tuanya yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Asalafiyah, KH Dedi Syahroni di wilayah Kecamatan Tambora. Tak terima atas perbuatan kedua oknum satpam tersebut, keluarga korban kemudian melaporkannya ke Mapolsek Tambora.

Pihak kepolisian kemudian menindaklanjuti laporan tersebut dan menangkap dua pelaku berinisial DI dan SB. Selain itu, polisi juga turut mengamankan barang bukti yakni satu buah selang air ukuran 90 cm, satu buah sarung samurai warna hitam, alat cukur rambut, dan borgol besi. Baca juga: WNA Pelaku Penganiayaan Dibiarkan Bebas

“Kedua pelaku mengakui perbuatannya, saat ini sudah kami tahan di Mapolsek Tambora, mereka kami jerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana lima tahun enam bulan penjara," pungkasnya.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3817 seconds (11.210#12.26)