Profil Iptu dr Ria, Polwan Dokter Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Afrika yang Telah Wafat

Selasa, 04 Oktober 2022 - 18:23 WIB
loading...
Profil Iptu dr Ria, Polwan Dokter Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Afrika yang Telah Wafat
Polwan Iptu dr Ria merupakan salah satu polisi wanita yang sempat bertugas pada misi PBB di Afrika kini telah meninggal dunia, Seni (3/10/2022). Foto DOK Ist
A A A
JAKARTA - Polwan Iptu dr Ria merupakan salah satu polisi wanita yang sempat bertugas pada misi PBB di Afrika kini telah meninggal dunia , Seni (3/10/2022). Kabar duka meninggalnya Iptu dr Ria datang dari sebuah postingan akun instagram milik Brigjen Krishna Murti yang menjabat sebagai Karomisinter Divhubinter Polri.

Dalam akun @krishnamurti_bd91 yang dikutip Selasa (4/10/2022), Brigjen Krishna memposting video berisikan ucapan bela sungkawa telah berpulangnya Dokter Polri pertama yang menginjakkan kaki di Misi PBB Afrika Tengah pada tahun 2018.

Baca juga : 4 Jenderal Polwan di Mabes Polri, Nomor 3 Bukan Jebolan Akpol Pernah Jadi Ketua Polwan Dunia

Disebutkan juga, "kembalinya dari misi beliau mengalami sakit kanker, namun polwan ini tak pernah menyerah dalam melaksanakan tugas sampai akhir hayat."

Ipda Ria sendiri merupakan dokter polwan pertama yang disiapkan untuk misi PBB tersebut. Sebelumnya dia merupakan anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sulawesi Barat.

Perempuan kelahiran 1987 di Palembang ini merupakan polwan lulusan Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) tahun 2016.

Selain cantik, polwan ini juga dikenal akan kecerdasannya. Buktinya dia cakap dalam berbahasa Inggris dan Jerman.

Dikutip dari bhayangkari.or.id, sebanyak 23 polisi wanita (polwan) untuk dilibatkan dalam pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) Formed Police Unit (FPU).

Menurut Brigjen Brigjen Krishna Murti, para polwan ini dilatih untuk menjadi tangguh di medan perang meski ancaman keselamatan di depan mata.

Bertugas di wilayah perdamaian PBB tentunya terdapat banyak resiko seperti ancaman wabah penyakit, bahaya perang, hingga lingkungan yang tak memadai untuk kesehatan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3536 seconds (11.210#12.26)