alexametrics

Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp300 Juta dari Pelanggar PSBB

loading...
Satpol PP Jakbar Kumpulkan Rp300 Juta dari Pelanggar PSBB
Petugas Satpol PP melakukan razia PSBB di sepanjang Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (30/5/2020). Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat berhasil menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp300 juta dari melakukan razia selama sebulan. Tambahan pemasukan daerah ini didapat setelah Satpol PP melakukan razia Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan PSBB transisi hingga akhir Juni 2020.

"Per 30 Juni kemarin, kami mencatat Rp300 juta yang berhasil kami dapat dari pelanggar PSBB," kata Kasie Op Satpol PP Jakbar Ivand Sigiro, Rabu (1/7/2020). (Baca juga: 2 Pekan Lagi, Proyek Interchange Sentul Selatan Tol BORR-Jagorawi Rampung)

Ivand mengatakan, beberapa penyumbang pelanggar besar yakni sejumlah usaha, pabrik, maupun pedagang yang diketahui melakukan pelanggaran. Denda puluhan juta berhasil di raup dari pelanggaran semacam ini, seperti, tetap bekerja selama Work From Home (WFH) dan mengabaikan physical distancing.



Sementara terhadap masyarakat yang tak menggunakan masker, Ivand menjelaskan, banyak masyarakat yang membayarkan denda sebesar Rp250.000. (Baca juga: Langgar Aturan PSBB Transisi, Pemkot Jakut Ancam Tutup Pusat Perbelanjaan)

Denda ini diberikan lantaran masyarakat ogah dikenakan sanksi sosial seperti membersihkan tempat umum, menyapu dan lain-lainnya. "Dendanya juga lumayan banyak kok," tuturnya. (Baca juga: Tak Menggunakan Masker, 25 Bikers Diberi Sanksi Sosial)

Meski demikian, Ivand menegaskan, pembayaran denda ini bebas pungutan liar (pungli). Pasalnya pembayaran denda langsung di-transfer ke rekening Badan Pendapatan dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta. (Baca juga: Perusahaan yang Langgar PSBB di Jakarta Terus Bertambah, 190 Ditutup Sementara)
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak