alexametrics

Ngaku Anggota Buser, Seorang Mekanik Cabuli Gadis Belia

loading...
Ngaku Anggota Buser, Seorang Mekanik Cabuli Gadis Belia
Unit Reskrim Polsek Koja meringkus seorang mekanik, Hendra Suari bin Sugiono (HS), dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. SINDOnews/Yohannes Tobing
A+ A-
JAKARTA - Unit Reskrim Polsek Koja meringkus seorang mekanik, Hendra Suari bin Sugiono (HS), dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur.Unit Reskrim Polsek Koja meringkus seorang mekanik, Hendra Suari bin Sugiono (HS), dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kapolsek Koja, Kompol Cahyo mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban V (14) yang mengaku telah diperdaya dan diancam pelaku.

"Jadi korban dan pelaku sudah berkomunikasi melalui aplikasi 'mechat'. Mereka sepakat ketemu dengan imbalan Rp300.000. Saat bertemu dan saling kenal, korban tidak mau menyebut nama asli, kemudian pelaku mengeluarkan senjata softgun sambil mengaku sebagai anggota buser dan pers," kata Cahyo di Mapolsek Koja, Sabtu (27/6/2020). (Baca juga; Panik Saat Belajar Nyetir, Wanita Paruh Baya dan Mobil Tercebur Kali)

Melihat ancaman dari pelaku, korban pun ketakutan. Kondisi ini digunakan HS untuk memperdaya korban yang masih di bawah umur. "Lalu korban disetubuhi, rupanya di sini ada indikasi juga pelaku wanprestasi dengan modus lebih menakuti-nakuti lagi. Korban harus melayani lebih kalau tidak dia akan panggil anggota lainnya," kata Cahyo.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Andry mengungkapkan, Korban merasa dirugikan dan terancam sehingga melaporkan kejadian tersebut. Tidak berselang lama petugas berhasil meringkus pelaku. (Baca juga; Direkrut dari Cianjur, Mucikari Janjikan Korban Prostitusi Anak Bekerja di Restoran)



"Pelaku dijerat UU 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimum 15 tahun. Barang bukti yang diamankan senjata soft gun ilegal, kartu pers untuk mengintimidasi korban, dan mobil," ungkap Andry.
(wib)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak