Tantang Plt Wali Kota Bekasi, Slamet Maarif: Berani Tutup Permanen Holywings?

Jum'at, 01 Juli 2022 - 17:32 WIB
loading...
Tantang Plt Wali Kota Bekasi, Slamet Maarif: Berani Tutup Permanen Holywings?
Sekretaris Majelis Syuro PA 212 Slamet Maarif hadir dalam aksi umat islam di Kantor Pemkot Bekasi. Foto/MPI/Jonathan Simanjuntak
A A A
BEKASI - Sekretaris Majelis Syuro Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif hadir dalam aksi umat islam di Kantor PemkotBekasi. Slamet Maarif menantang Plt. Wali Kota Tri Adhianto untuk menutup permanen Holywings Forest di Summarecon Kota Bekasi.

Berdasarkan pantauan di lokasi aksi tersebut diikuti oleh ratusan massak aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Front Persaudaraan Islam (FPI).

Aksi unjuk rasa tersebut menuntut Pemkot Bekasi untuk menutup Holywings secara permanen lantaran melecehkan Nabi Muhammad lewat promo minuman kerasnya. Baca juga: Langgar Perizinan Berisiko, Satpol PP Segel Holywings Summarecon Bekasi

Slamet Maarif mengatakan bahwa terbentuknya Holywings sudah membuat muak umat islam karena dinilai melakukan kemaksiatan. Ditambah, pihak Holywings kini melakukan penistaan agama terhadap umat islam.



”Ditambah dengan menistakan agama kita, menistakan Rasul kita maka muaknya menjadi muntah,” ucap Slamet Maarif dalam orasinya di mobil komando, Jumat (1/7/2022). Baca juga: Minta Holywings Ditutup Permanen, PA 212 Geruduk Pemkot Bekasi

Slamet Maarif langsung menantang Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto selaku Kepala Daerah untuk menutup Holywings secara permanen. Pasalnya, penutupan yang dilakukan Pemkot Bekasi beberapa hari lalu masih dianggap sementara karena tidak memenuhi sejumlah izin.

”Maka kita saksikan hari ini apakah Pak Plt mencintai Rasul atau melindungi Holywings. Kalau sampai pak Plt tidak tanda tangan hari ini, gak cabut izinnya, dia punya hajat di 2024, dipilih jangan?" tanya dia ke massa peserta aksi.

Aksi massa langsung melantangkan jawaban mereka satu suara. Aksi massa juga sepakat untuk menolak memilih Tri Adhianto jika Tri tidak dapat melakukan penyegelan permanen. ”Jangan!!,” jawab aksi massa.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1504 seconds (11.210#12.26)