PMK Merebak, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Ogah Jual Sapi

Kamis, 30 Juni 2022 - 16:36 WIB
loading...
PMK Merebak, Pedagang Hewan Kurban di Bekasi Ogah Jual Sapi
Udin (37) seorang pedagang hewan kurban yang membuka lapak di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, memilih tidak menjual hewan kurban sapi pada momen Idul Adha 2022. Foto: MNC Portal Indonesia/Jonathan Simanjuntak
A A A
BEKASI - Udin (37) seorang pedagang hewan kurban yang membuka lapak di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, memilih tidak menjual hewan kurban sapi pada momen Idul Adha 2022 . Hal ini menyusul merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Indonesia.

Udin mengaku menjadi penjual musiman hewan kurban tiap tahunnya di lapak tersebut. Biasanya, selain kambing, dia pun menyediakan sapi bagi para pelanggannya. Baca juga: Pemkot Tangerang Temukan 13 Sapi Kurban Positif PMK

“Tahun ini saja tidak jualan sapi, sekarang kan lagi musim PMK, jadi saya tidak berani karena risiko gede (rugi),” kata Udin (37) ketika ditemui di lapaknya, Kamis (30/6/2022).

Pasalnya kerugian bisa ditaksir puluhan juta apabila sapi-sapi yang sebelumnya sudah disediakan harus tidak bisa dijual. Hal ini dikarenakan, apabila salah satu sapi terdeteksi sedang sakit, maka seluruh sapi harus ditahan pengirimannya.

“Daripada kita ambil risiko yang gede mending kita ambil yang ringan aja, InsyaAllah tahun depan bisa penyakit PMK bisa hilang,” tuturnya.

Dia menyadari adanya penurunan omset akibat harus memilih tidak menjual sapi. Pasalnya, tiap tahunnya Udin mengaku dapat menjual lebih dari 20 ekor sapi.



Bukan hanya sapi, penyakit PMK juga membuat dia lebih sedikit menyetok ekor kambing. Dari angka 90an ekor, tahun ini dirinya hanya memilih menjual 56 ekor sapi.

“Kemarin ada sampai dua rit. Itu satu truck ada sembilan ada 10. Ya bisa 20-an (sapi terjual),” jelas dia. Baca juga: Ada Sapi Terpapar PMK, Pasar Hewan Jonggol Lockdown 14 Hari

“Sengaja kita kurangin, ya alasannya yang penting kita jangan menghilangkan jejak pelanggan gitu aja,” imbuhnya.
(mhd)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1893 seconds (10.101#12.26)