Tempat Angker di Jakarta Timur, Nomor Buncit Ada Penampakan Wanita Cantik Berpakaian Sekolah

Jum'at, 18 Februari 2022 - 10:54 WIB
loading...
Tempat Angker di Jakarta Timur, Nomor Buncit Ada Penampakan Wanita Cantik Berpakaian Sekolah
Sejumlah tempat angker di Jakarta Timur yang dihuni sejumlah makhluk halus. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah tempat angker di Jakarta Timur rupanya memiliki sejarah tersendiri. Namun jangan khawatir, sejumlah tempat angker tersebut tidak mengganggu mobilitas warga Ibu Kota, khususnya Jakarta Timur.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Angker sendiri merupakan tampak seram dan tidak semua orang bisa menjamahnya karena dianggap berhantu. Dengan kata lain, tempat angker yaitu tempat yang terlihat seram dan dianggap berhantu. Baca juga: Kisah Mistis dan Tempat-tempat Angker di Bandung

Tempat angker di Jakarta Timur sendiri memang terlihat tampak seram, apalagi jika menilik sejarahnya. Namun, Tempat angker tersebut tidak sama sekali menyurutkan masyarakat beraktivitas.



Berikut tempat angker di Jakarta Timur yang dilansir dari berbagai sumber:

1. Lubang Buaya

Tempat Angker di Jakarta Timur, Nomor Buncit Ada Penampakan Wanita Cantik Berpakaian Sekolah


Kawasan Lubang Buaya yang berada di Cipayung, Jakarta Timur merupakan tempat pembantaian para korban Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat peristiwa itu, Lubang Buaya merupakan pusat pelatihan milik PKI.

Peristiwa pembantaian itu juga telah merenggut nyawa tujuh orang jenderal. Bahkan sebelum meninggal, mereka disiksa terlebih dahulu sebelum jasadnya dikuburkan di Lubang Buaya dalam satu tempat.

Konon katanya, kawasan sumur lubang buaya menjadi tempat angker lantaran banyak hal-hal aneh yang terjadi dan diketahui masyarakat sekitar hingga saat ini. Namun, Sumur Lubang Buaya kini menjadi museum yang banyak dikunjungi wisatawan untuk mengetahui peristiwa yang terjadi pada 30 S PKI itu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1451 seconds (10.177#12.26)