Warga Terpapar Omicron di Jakarta Capai 1.922 Orang, Kasus Aktif Naik 1.886

Rabu, 26 Januari 2022 - 23:31 WIB
loading...
Warga Terpapar Omicron di Jakarta Capai 1.922 Orang, Kasus Aktif Naik 1.886
Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan kasus Omicron kini mencapai 1.922 orang. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Kasus Covid-19 varian Omicron di Jakarta nyaris sudah mendekati angka 2.000. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan kasus Omicron kini mencapai 1.922 orang.

"Dari 1.922 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 613 lainnya adalah transmisi lokal," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 Tembus 7 Ribu per Hari, Indonesia Negara dengan Infeksi Omicron Terbanyak di Asia Tenggara

Sementara itu, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Ibu Kota hari ini naik sejumlah 1.886 kasus. Sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 14.082 (orang yang masih dirawat/isolasi).

"12.483 orang dari jumlah kasus aktif (88,6%) merupakan transmisi lokal, sedangkan sisanya adalah pelaku perjalanan luar negeri," katanya.

Baca juga: Kembali Melonjak, Warga Bekasi Terpapar Covid-19 Tembus 1.000 Orang

Untuk kasus positif baru berdasarkan hasil tes PCR hari ini, bertambah 3.509 orang, sehingga total kasus 886.999. Dari jumlah itu sebanyak 3.325 (94,8%) merupakan transmisi lokal. Angka itu didapat dari 27.395 orang yang dites PCR hari ini.



Selain itu, dilakukan tes antigen hari ini sebanyak 60.932 orang, dengan hasil 2.083 positif dan 58.849 negatif. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

"Total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 771.228 per sejuta penduduk," tandasnya.

Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 859.305 dengan tingkat kesembuhan 96,9%, dan total 13.612 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5%. Sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.

Dia mengatakan, upaya 3T terus digalakkan untuk mencegah penularan Covid-19. Selain itu, vaksinasi Covid-19 yang juga masih berlangsung dengan cakupan yang lebih luas.
(thm)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1457 seconds (11.252#12.26)