Sepekan PPKM Darurat di Tangsel, Penularan dan Kematian Akibat Covid Masih Tinggi

loading...
Sepekan PPKM Darurat di Tangsel, Penularan dan Kematian Akibat Covid Masih Tinggi
Penyekatan di masa PPKM Darurat di Tangsel. Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
TANGERANG SELATAN - Pelaksanaan PPKM Darurat periode pertama atau 7 hari berjalan, dinilai masih kurang maksimal di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Masih ditemukan adanya pergerakan orang yang cukup tinggi dan penularan Covid-19, di tengah masyarakat. Hal yang memperihatinkan, masih tingginya tingkat kematian Covid-19.

Baca juga: TPU Jombang Nyaris Penuh, Tangsel Siapkan Lahan Pemakaman Covid-19 di Pinggir Tol Serpong-Jakarta

Hal ini pun disesalkan oleh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Meski demikian, ia optimistis ke depan pelaksanaan PPKM Darurat bakal berhasil.



"7 hari PPKM Darurat periode pertama hasilnya belum seperti yang kita harapkan. Indikatornya kan pergerakan orang masih ada," ujar Benyamin, Senin (12/7/2021).

Dengan masih tingginya pergerakan orang, maka penularan Covid-19 di lingkungan masyarakat juga rawan terjadi. Hal ini terungkap berdasarkan data penyebaran Covid-19 yang masih 3,3.

Baca juga: Angka Kematian Tinggi, Kasus Covid-19 Merajalela di Negara-Negara Asia Tenggara

"Tingkat penularan kita juga belum turun, masih di 3,3. Kalau orang enggak bergerak keluar, kan tentunya penularan sedikit, kalau mobilitasnya dibatasi," ucapnya.

Hal yang mengenaskan, seiring gelombang kedua Covid-19, tingkat kematian masyarakat mengalami kenaikan. Di TPU Jombang misalnya, penguburan jenazah pasien Covid-19 dilakukan tanpa henti.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top