Asal Usul Nama Depok Berasal dari Padepokan yang Didirikan Embah Raden Wujud

loading...
Asal Usul Nama Depok Berasal dari Padepokan yang Didirikan Embah Raden Wujud
Stasiun Kereta Api Depok tempo dulu.Foto/Istimewa/blogketinggalanzaman.blogspot.com
JAKARTA - Depok merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang terletak tepat di selatan Jakarta. Dahulu Depok adalah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota pada tanggal 27 April 1999.

Depok berawal dari sebuah kecamatan di lingkungan Kewedanaan (Pembantu Bupati) wilayah Parung, Kabupaten Bogor. Kemudian pada tahun 1976 perumahan mulai dibangun baik oleh Perum Perumnas maupun pengembang yang kemudian diikuti dengan dibangunnya kampus Universitas Indonesia (UI). Serta meningkatnya perdagangan dan Jasa yang semakin pesat sehingga diperlukan kecepatan pelayanan.

Lalu, darimana asal nama Depok?. SINDOnews pun mencoba menggalinya dari berbagai sumber. Beberapa sumber menyebut secara etimologi nama Depok/Depoc berasal dari akronim organisasi Kristiani yang didirikan Cornelis Chastelein: De Eerste Protestante Organisatie van Christenen. Namun, asal usul Depok dari akronim ini tidak lah begitu kuat.

Dilansir dari laman mohammadidris.id, nama Depok adalah nama asli, bukan singkatan. Disebut asli karena pemberian nama Depok muncul dari orang pribumi asli. Pada masa Kerajaan Pajajaran (1030-1579 M), masyarakat menyebut wilayah Depok dengan Deprok (duduk santai ala melayu).

Penamaan tersebut tidak terlepas dari perjalanan Prabu Siliwangi yang singgah di kawasan Beji. Keindahan dan keasrian Depok pada saat itu membuat Prabu Siliwangi men-deprok di kawasan yang tak jauh dari Sungai Ciliwung.



Sementara itu, pada masa Kesultanan Banten, Sultan Ageng Tirtayasa dan Pangeran Purba sering kali melakukan perjalanan ke Cirebon dan menggunakan jalur yang melintasi kawasan Depok dan sempat menetap di Beji. Salah satu pengikut Pangeran Purba yaitu Embah Raden Wujud memutuskan untuk tidak ikut melanjutkan perjalanan ke Cirebon dan menetap dengan mendirikan Padepokan (tempat pendidikan dan pelatihan) untuk menyebarkan agama Islam.

Padepokan yang dibangun Embah Raden Wujud berkembang menjadi sebuah perkampungan, sehingga Kesultanan Banten pada saat itu menyebut wilayah tersebut sebagai DEPOK atau PADEPOKAN. Baca: Jejak De Groote Rivier Batavia, Tempatnya Kaum Borjuis Jakarta di Masa Lalu

Padepokan sendiri bisa diartikan sebagai tempat tinggal atau kampung halaman. Kata Padepokan pun bisa diartikan sebagai tempat pendidikan, seperti pesantren. Dalam laporan ekspedisinya, Abraham van Riebeek (1730) menjelaskan bahwa kata Depok bukan berasal dari bahasa asing. Tetapi lebih mungkin bahasa Sunda atau Jawa. Dalam bahasa Sunda Depok berarti duduk.

Sejarah nama Depok tidak terlepas dari sejarah penjajahan bangsa Belanda terhadap Indonesia. Berdasarkan dokumen Bataviaasch Nieuwsblad (1929), seorang pejabat VOC yang bernama Cornelis Chastelein telah membeli lahan di Mampang dan Depok lama yang dipergunakan untuk perkebunan.

Dalam menamakan wilayahnya, Castelin menggunakan kata Depok yang sebenarnya sudah ada sejak masa Pajajaran. Namun Castelin menjabarkannya menjadi De Earste Protestante Organisatie van Kristenen.



Baru pada sekitar tahun 1980-an, masyarakat modern Depok menjabarkan Depok menjadi daerah elite permukiman orang kaya. Banyak penjabaran terkait akronim kata Depok, namun jika melihat sejarah, Depok merupakan kata asli masyarakat asli Depok yang bermakna kampung halaman.
(hab)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top