Uji Coba Belajar Tatap Muka, Disdik DKI dan Puskesmas Monitor Kesehatan Siswa

loading...
Uji Coba Belajar Tatap Muka, Disdik DKI dan Puskesmas Monitor Kesehatan Siswa
Pelajar mulai berdatangan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Sebanyak 85 sekolah di DKI Jakarta menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) . Puluhan sekolah itu lolos uji coba PTM yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta yang diikuti 100 sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana menjelaskan, beberapa poin penting dalam penerapan uji coba pembukaan sekolah terbatas sebagai berikut; Jumlah hari tatap muka terbatas adalah 1 hari dalam 1 minggu untuk 1 jenjang kelas.

Jumlah peserta didik yang terbatas dengan maksimal 50% dari daya tampung per kelas dan pengaturan jarak 1,5 meter antarsiswa. Durasi belajar yang terbatas antara 3-4 jam dalam satu hari.

Materi pembelajaran yang terbatas, yaitu hanya materi-materi esensial yang disampaikan pada pembelajaran tatap muka. Baca juga: DKI Jakarta Uji Coba Belajar Tatap Muka, Epidemiolog : Kenapa Tidak Tunggu Positif Rate Rendah

Satuan pendidikan yang telah mengikuti pelatihan pembelajaran campuran (blended learning). Pendidik dan tenaga kependidikan telah dilakukan vaksinasi.



"Dalam hal ditemukan gejala-gejala terpapar COVID-19 pada peserta didik dan pendidik, pihak sekolah segera melakukan koordinasi dengan puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata Nahdiana di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Jika diketahui terdapat kasus positif terpapar COVID-19, maka satuan pendidikan ditutup selama 3x24 jam untuk dilakukan disinfektasi serta dilakukan tracing lebih lanjut oleh pihak Dinas Kesehatan.

"Kemudian, satuan pendidikan dibuka kembali, setelah pihak berwenang menyatakan sekolah dalam kondisi aman dari paparan COVID-19," tuturnya. Baca juga: Anies Imbau Warga Menahan Diri untuk Tidak Keluar Rumah saat Bulan Puasa Ramadhan
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top