Banjir Surut, Warga Cikarang Timur Mulai Bersihkan Lumpur dan Sampah

loading...
Banjir Surut, Warga Cikarang Timur Mulai Bersihkan Lumpur dan Sampah
Pascabanjir merendam wilayah Kabupaten Bekasi, warga yang terdampak mulai kembali ke tempat tinggalnya dan bergotong royong membersihkan sampah banjir maupun lumpur. SINDOnews/Abdullah M Surjaya
BEKASI - Pascabanjir merendam wilayah Kabupaten Bekasi , warga yang terdampak mulai kembali ke tempat tinggalnya dan bergotong royong membersihkan sampah banjir maupun lumpur. Sebab, hingga Jumat (26/2) ini, kondisi banjir sudah mulai menyurut dibeberapa titik.

Pantauan di lokasi, kondisi tersebut bisa terlihat dari Warga Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Warga mulai membersihkan sisa banjir akibat luapan Sungai Cibeet yang sempat merendam permukiman warga dengan ketinggian mencapai dua-tiga meter.

Banjir di wilayah tersebut sempat mengisolir 1.600 Kepala Keluarga (KK) dan menyebabkan kematian dengan beberapa warga yang hilang terseret derasnya banjir."10 RT yang sedang dibersihkan karena sudah benar - benar surut hari ini," kata Muhardi Saputra (42).

Menurut dia, dari 12 RT di wilayahnya hanya menyisakan dua RT yang masih direndam banjir dengan ketinggian 20-30 centimeter. Banjir turut menyisakan sampah rumah tangga, ranting pohon, bambu, serta lumpur sungai ke lingkungan permukiman warga. (Baca juga; 15 Rumah Rusak Disapu Puting Beliung di Bekasi )

"Ketebalan lumpur hingga 10 sentimeter, lumpur ini yang mendominasi sisa-sisa banjir," ungkapnya. Dengan peralatan seadanya, warga mulai mengangkut sisa-sisa banjir yang terlihat di sepanjang jalan, tempat ibadah, saluran air, hingga lingkungan rumah warga. (Baca juga; Kemensos Salurkan Uang dan Logistik untuk Penanganan Banjir Kabupaten Bekasi, Ini Rinciannya )



Banjir mengakibatkan sejumlah infrastruktur di wilayahnya mengalami kerusakan seperti tanggul penahan tanah, saluran air, jembatan, hingga jalan desa yang sempat terputus aksesnya. Sedikitnya 20 rumah mengalami kerusakan mulai rusak ringan, sedang, hingga berat dengan kerugian mencapai Rp15 juta setiap rumah.

"Banjir juga menyebabkan aset desa seperti komputer, kursi dan meja, laptop, lemari, tivi, hingga mesin pompa air mengalami kerusakan," ucapnya. Saat ini, warganya membutuhkan bantuan logistik seperti beras, mi instan, makanan balita, hingga baju bersih karena pakaian mereka gunakan terbawa hanyut saat banjir.

Tokoh Pemuda Cikarang Timur ini meminta pemerintah pusat turun andil menangani perbaikan Sungai Cibeet agar musibah serupa tidak terulang kembali. Untuk itu Presiden Jokowi diminta untuk melihat warga disini."Kami minta pemerintah pusat turun tangan melihat kondisi kami di sini," tegasnya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top