Selama Pandemi Covid-19, PAD Tangsel Anjlok hingga 40 Persen

loading...
Selama Pandemi Covid-19, PAD Tangsel Anjlok hingga 40 Persen
Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Foto/Dok/SINDOnews
TANGERANG SELATAN - Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, anjlok 30 hingga 40%. Selama masa pendemi 2020, realisasi APBD Kota Tangsel hanya Rp3,8 triliun.

Hal ini diungkapkan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. Katanya, pemerintah telah memiliki strategi untuk mendongkrak kembali PAD Tangsel yang anjlok selama pandemi 2020 di tahun 2021. (Baca juga: 50 ASN Tangsel Berstatus OTG Covid-19, 2 Orang Meninggal Dunia )

"PAD kita relatif turun hampir 30-40%. APBD kita juga turun. APBD murni yang kita rancang, pada November-Desember 2020 itu Rp4,3 T, ternyata realisasinya hanya Rp3,8 T," katanya kepada SINDOnews, Selasa (11/1/2021).

Tidak hanya pendapatan pemerintah, pendapatan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Tangsel juga anjlok 60% selama pandemi 2020. (Baca juga: Gubernur Banten Ungkap Alasan Serang dan Tangsel Dapat Jatah Vaksin Pertama )

"Untuk menaikkan kembali roda ekonomi, instrumen APBD kita untuk 2021 ini, sudah kita design untuk semaksimal mungkin memberikan daya ungkit ekonomi masyarakat," sambung Benyamin. (Baca juga: 5,4% Warga Tangsel Meninggal Terserang Covid-19, Airin: Ini Real Data Bukan untuk Menakuti )

Di antaranya, mulai dari peningkatan pelatihan untuk para pelaku UMKM. Kemudian, memberikan aksesibilitas permodalan, dan bantuan untuk marketing penjualan bagi para pelaku UMKM yang jumlahnya ribuan.



(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top