Kisah Gadis Cantik Berhijab yang Jadi Pejuang COVID-19 Bersama AGD Dinkes DKI

loading...
Kisah Gadis Cantik Berhijab yang Jadi Pejuang COVID-19 Bersama AGD Dinkes DKI
Salah satu anggota AGD Dinkes DKI Garda Bencana Pungki Stephani. SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
JAKARTA - Pandemi COVID-19 belum berakhir dan setiap hari di Ibu Kota ratusan orang terpapar virus asal Wuhan, China itu. Di balik pelayanan medis yang prima, terdapat sosok tangguh pejuang COVID-19 dari tenaga medis Ambulans Gawat Darurat (AGD) Dinkes DKI Jakarta.

Salah satu anggota AGD Dinkes DKI Garda Bencana Pungki Stephani menceritakan perjuangannya dalam melayani pasien COVID-19. Gadis cantik berhijab itu harus bertahan dalam gerahnya baju Hazmat dan Alat Pelindung Diri (APD). Kacamata Google, masker dan kaca pelindung wajah (faceshield) tak lupa dipasang. (Baca juga; PSBB Transisi Jakarta Harus Didukung Daerah Penyangga)

Pungki dibantu rekannya saat hendak memakai APD. Setelah semua dipakai, rekan kerja Pungki nampak membantu memasangkan plastik pembungkus agar virus COVID-19 tak masuk dari celah pergelangan tangan. Belum cukup sampai di situ, Pungki dan rekannya sesama personel AGD Dinkes DKI Jakarta harus bersiaga apabila ada tugas memanggil.

Di balik suara riuh strobo ambulans, dia berangkat menuju rumah pasien COVID-19. Ketika orang-orang menjauh, Pungki dan tim AGD Dinkes tetap sabar dalam menjalankan tugasnya yakni menjemput serta memberikan pertolongan. (Baca juga; Libur Panjang ke Puncak, Wisatawan Bakal Dirapid Test Massal)



Bekerja sebagai Anggota AGD Dinkes DKI bukan tanpa resiko. Mereka merupakan garda terdepan yang memiliki risiko tertular COVID-19 sangat tinggi. Pungki dan rekannya, harus dengan sigap mengantar pasien baik ke Rumah Sakit Wisma Atlet Kemayoran maupun ke rumah sakit rujukan COVID-19.
Kisah Gadis Cantik Berhijab yang Jadi Pejuang COVID-19 Bersama AGD Dinkes DKI

Untuk itu, Pungki mengingatkan kepada segenap warga DKI agar menerapkan protokol kesehatan dan tetap di rumah saja. "Buat masyarakat saya minta tolong dengan sangat, stay at home itu penting banget. Karena yang saya rasakan Jakarta itu masih banyak baik itu PDP maupun yang sudah positif. Jadi kalau masih ada yang positif berarti stay at home itu masih dilanggar," katanya.

Pungki mengingatkan, supaya warga pada akhirnya tidak menyesal karena anggota keluarganya banyak yang tertular. "Jangan sampai keluarga atau orang terdekat kita terkena. Jadi sebelum terkena lebih baik stay at home minta tolong untuk tetap di rumah," pintanya.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top