alexametrics

Pemkot Tangerang Tambah Tinggi 19 Jembatan di 10 Kecamatan

loading...
Pemkot Tangerang Tambah Tinggi 19 Jembatan di 10 Kecamatan
Perbaikan jembatan di Tangerang, Banten, dipercepat sebelum datang musim hujan. Foto/Hasan Kurniawan/SINDOnews
A+ A-
TANGERANG - Perbaikan jembatan di Tangerang, dipercepat sebelum datang musim hujan. Sedikitnya, ada 19 jembatan yang telah dibongkar dan sedang diperbaiki.

Jembatan itu tersebar di 10 kecamatan. Di wilayah barat, sedikitnya ada 3 jembatan yang diperbaiki. Jembatan-jembatan itu, diperbaiki karena terlalu rendah. Sehingga, harus ditinggikan beberapa meter lagi.

Menurut Kepala Seksi Pembangunan dan Rehabilitasi Jembatan Dinas PUPR Iwan Nursyamsu, sebagian besar pekerjaan itu berjenis peninggian dengan rata-rata mencapai satu meter lebih dari muka air.



"Tujuannya untuk memperlancar aliran air agar menjadi lebih besar, sekaligus untuk mengantisipasi genangan saat musim hujan, sehingga tidak perlu dilakukan pembongkaran lagi," katanya di Tangerang, Banten, Kamis (17/10/2019).

Pekerjaan perbaikan jembatan ini, dimulai dari pertengahan bulan September 2019 dan ditargetkan selesai sebelum datang musim penghujan di bulan Desember 2019.

Beberapa jembatan yang diperbaiki, dibuat melengkung dengan teknologi Corrogated Steel Plate atau Multi Plate Arches (MPA) atau American Roll Material Coorporation (Armco) dalam pembangunan jembatan.

Jembatan yang pekerjaannya menggunakan sistem ini ada dua, yaitu jembatan di Jalan TMP Taruna dan jembatan yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Banten.

Sekretaris Dinas PUPR Taufik Syahzaeni menambahkan, MPA adalah jenis lembaran plate gelombang yang kemudian dirakit sesuai ukuran yang diinginkan. Penggunaan teknologi jenis ini cocok di Kota Tangerang.

"Jadi beberapa jembatan yang memiliki lahan terbatas bisa menggunakan teknologi ini, dan tanpa menganggu pemukiman warga. Sehingga, kita bisa membuat lengkungan sesuai kebutuhan," tambahnya.

Sejak proses pembangunan jembatan itu mulai dilakukan, lokasi yang terkena proyek menjadi sumber titik kemacetan baru. Hampir setiap saat, jalan di lokasi itu macet.

Para pengguna jalan pun berharap, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dapat mempercepat pengerjaan bangunan jembatan. Sehingga, kecametan terurai dan arus lalu lintas di wilayah kembali lancar.

Tidak hanya itu, warga juga mengeluhkan pungutan liar yang dimanfaatkan para remaja dan warga sekitar yang dipungut ke para pengguna jalan untuk mengatur jalan.

"Kadang suka sebel kalau lewat jembatan yang diperbaiki, karena pasti macetnya parah. Kalau jam sibuk, pagi dan sore, bisa sampai satu jam lewat jembatan itu saja," kata Andi, pengguna jalan di Ciledug.

Dia juga mengaku, suka merasa tak nyaman dengan kehadiran pak ogah yang meminta uang pengaturan jalan. Sebab, tidak jarang pak ogah itu memaksa meminta uang.

"Kadang yang bikin tambah kesal, pak ogah yang mengatur jalan suka maksa minta uangnya. Tapi banyak juga yang memang benar-benar mengatur jalan dan warga ikhlas memberinya uang," sambung Andi.

Adapun, ke-19 jembatan yang diperbaiki itu diantaranya jembatan di Jalan H Entong Cikoneng ditinggikan 5 meter, Gandasari 15,6 meter, Jembatan Taman Cibodas 10 meter, dan Jembatan Cemara 10 meter.

Kemudian Jembatan Teuku Umar ditambah tinggi 4,8 meter, Maju Karya 30 meter, Budiasih 4 meter, Jembatan Saluran Irigasi di Jalan TMP Taruna 10 meter, jembatan di Jalan H. Muja Jurumudi Baru 13.7 meter.

Lalu Jembatan Maulana Hasanudin Poris ditinggikan 7 meter, Jembatan saluran irigasi Jalan H Kilin Batu Jaya 8 meter, jembatan saluran irigasi di Jalan H Kilin, RT05/06, kawasan Batu Jaya 8 meter.

Setelah itu, ada Jembatan Alternative Komplek Garuda Cipondoh ditinggikan 4 meter, Jembatan Jalan H. Mean Karang Timur 2,5 meter, dan jembatan di Jalan Komp Karang Tengah setinggi 8.5 meter.
(mhd)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak