alexametrics

Diguyur Hujan Deras, Tujuh Rumah di Bogor Rusak Diterjang Longsor

loading...
Diguyur Hujan Deras, Tujuh Rumah di Bogor Rusak Diterjang Longsor
Petugas kepolisian, warga dan BPBD Bogor berupaya melakukan evakuasi puing-puing longor yang terjadi di salah satu titik di kota tersebut pada Sabtu, 12 Oktober 2019 malam.Foto/SINDOnews/Haryudi
A+ A-
BOGOR - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Sabtu, 12 Oktober petang hingga malam hari kemarin, membuat tembok penahan tebing setinggi delapan meter longsor. Akibatnya empat rumah di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor rusak berat.

Dalam waktu yang sama, tebing setinggi enam meter ambruk Kelurahan Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor. Tak hanya merusak dua rumah, dalam kejadian itu juga melukai Sarjono, salah satu penghuni rumah. Sehingga terpaksa harus menjalani perawatan di klinik 24 jam terdekat.

"Selain longsor, satu rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang juga terjadi di Kelurahan Gunung Batu, Bogor Barat, Kota Bogor, dalam kejadian itu tak ada korban jiwa," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor Rr. Juniarti Estiningsih, Minggu (13/10/2019).



Juniarti mengatakan, secara keseluruhan rumah rusak akibat hujan dengan intensitas tinggi di wilayahnya sebanyak tuju rumah. "Yang paling parah terdampak di Bogor Timur. Dua rumah rusak karena tertimpa longsoran tembok penahan tanah di lokasi proyek pembangunan mal," katanya.

Menurut dia, longsor dan pohon tumbang tersebut terjadi karena hujan deras di Kota Bogor dalam beberapa hari terakhir. Juniarti mengimbau bagi warga yang tinggal di bantaran sungai maupun tebing untuk selalu waspada jika terjadi hujan.

"Untuk para korban terdampak, kita sudah lakukan penanganan dengan memasang lembaran terpal dan membersihkan material longsor. Kami imbau warga Kota Bogor waspada jika hujan turun," imbaunya.

Sementara itu ditempat terpisah, hujan dengan intensitas tinggi juga mengakibatkan sebuah pohon berukuran besar tumbang hingga melintang di jalur Puncak, arah Cianjur tepatnya di depan Rumah Makan Mirah Sari, Desa Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor. Kendaraan dari arah Puncak maupun Jakarta tidak bisa melintas.

"Iya jalan sempat tertutup pohon. Kendaraan sempat tidak bisa melintas. Tapi, personel BPBD dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor kini sudah melakukan evakuasi dengan cara memotong batang pohon. Saat ini, arus lalu lintas sudah kembali normal," ungkap Kepala Satlantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri.

Dia menuturkan, meski jalur Puncak sudah bisa dilintasi dua arah, namun situasi arus kendaraan pada Sabtu, 12 Oktober 2019 malam sempat mengalami antrean panjang. Kendaraan dari arah Jakarta mengular mulai dari titik lokasi pohon tumbang hingga simpang Gadog. Sementara dari arah sebaliknya, antrean kendaraan mencapai Pasar Cisarua.

"Meski sudah bisa dilalui, saat ini masih butuh waktu untuk penormalan. Ini karena kendaraan yang melintas Sabtu malam cukup ramai," katanya.
(whb)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak