alexametrics

Percaya Diri Maju Jadi Wali Kota, Tukang Galon Daftar Bawa Gerobak

loading...
Percaya Diri Maju Jadi Wali Kota, Tukang Galon Daftar Bawa Gerobak
Penjual galon air minum dan minuman isi ulang, Yusrianto (36), resmi datang menyerahkan formulir pendaftaran balon Wali Kota Tangsel dari PDIP, Salasa (17/9/2019). Foto: SINDOnews/Hasan Kurniawan
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Penjual galon air minum dan minuman isi ulang, Yusrianto (36), resmi datang menyerahkan formulir pendaftaran bakal calon (balon) Wali Kota Tangsel dari PDIP, Salasa (17/9/2019). Kader terbaik GMNI Komisariat UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Kota Tangsel ini datang seorang diri, tanpa ditemani oleh tim kemenangan, dengan menggunakan gerobak motor berisi 31 galon air minum.

Dengan memakai batik merah PDIP lengan panjang berusia 15 tahun, kader bawah tanah Banteng Moncong Putih ini tampak penuh dengan rasa percaya diri yang kuat. Ratusan pasang mata pendukung balon lain yang melihatnya pun tidak digubris. Yusri tetap melaju dengan pelan, memarkir gerobak motornya. Usai azan Magrib, map merah berisi formulirnya pun diserahkan.

Saat ini, Yusri telah terdaftar sebagai balon Wali Kota Tangsel dari PDIP. Namanya sejajar dengan sejumlah penggede lainnya yang menyerahkan formulir pendaftaran, seperti Arsid, Muhamad, Azizah, dan Tomi. "Ya, baru mengisi formulir saja. Untuk visi misi sedang disusun tim, karena ini menyangkut kepemimpinan lima tahun ke depan. Jadi, tidak bisa dibuat dalam satu malam saja," katanya.



Yusri membeberkan garis besar perjuangannya jika terpilih menjadi calon wali kota dari PDIP, yakni kesejahteraan rakyat. Sebagai penjual galon air minum, Yusri mengaku banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. "Profesi tukang galon itu mulia. Kami telah bekerja dari pagi sampai sore memenuhi kebutuhan air minum warga. Ini juga bukan pekerjaan ringan. Tidak semua orang terpanggil dengan pekerjaan ini," paparnya.

Sang istri, Windiarti (36) mengaku masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu. Pasalnya, kehidupan mereka saat ini pun hanya pas-pasan saja. "Anak saya dua, yang paling besar 4 tahun, paling kecil dua tahun. Kami hanya punya outlet galon isi air minum dan isi ulang. Penghasilan perbulan pun Rp3-4 juta, hanya cukup untuk makan keluarga," ungkapnya.

Dengan mata berkaca-kaca, Windiarti pun akhirnya mengamini tindakan suami terkasihnya itu. Dengan tatapan penuh arti, Windiarti harap urusan Yusri dipermudah.

Ketua Tim Penjaringan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Tangsel Suhari Wicaksono mengatakan, pendaftaran Balon Wali Kota Tangsel dari PDIP secara resmi dinyatakan ditutup pukul 17.00 WIB. "Pengambilan formulir ditutup pukul 17.00 WIB dengan pengambil terakhir Suhendar di jam 16.14 WIB. Sisanya masih enam lagi yang belum mengemblikan formulir. Berarti melebihin target kami, 15 balon," tukasnya.

Dari total 20 balon wali kota yang mendaftar di PDIP, tercatat sudah 14 orang yang mengembalikan formulir pendaftaran, yakni Kolonel Beben, Rahmad Sukendar, Siti Azizah, Drajat Sumarsono, dan Heri Gagarin. Kemudian, ada Kemal Pasha, Suryadi Hendarman dari PKB, Arsid, Sekda Tangsel Muhammad, Lurah Cipayung Tomi Patria, Suhendar, Yusrianto, Fadh Fadevi, dan Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak