alexametrics

Gencarkan Hidup Bersih, Jakarta Barat Bangun Kampung Tematik

loading...
Gencarkan Hidup Bersih, Jakarta Barat Bangun Kampung Tematik
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Guna menyukseskan program Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sejumlah Kampung Tematik mulai dibangun di sejumlah kecamatan di Jakarta Barat. Pembangunan dirancang agar perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diikuti masyarakat.

"Konsepnya adalah tiap RW memiliki ciri khas. Kami ingin meningkatkan kepedulian masyarakat tentang hidup bersih dan sehat," ujar Sekretaris Kota Jakarta Barat, Eldi Andi, Minggu (1/9/2019).

Eldi mengatakan, ide ini muncul setelah salah satu sekolah di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, berhasil meraih juara dua dalam PHBS tingkat provinsi. Hal itu membuat dirinya tertantang memikirkan untuk menyebarkan pengaruh kebersihan di lingkungan, khusus warga sekitar.



Di sisi lain, Eldi sadar Pemkot Jakarta Barat maupun Pemprov DKI Jakarta tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta masyarakat dibutuhkan dalam membangun kawasan bebas bersih. Karenanya, melalui Kampung Tematik, Eldi mengharapkan masyarakat dapat bertanggung jawab.

Termasuk memanfaatkan sejumlah pihak dalam membangun kampung tematik. Hal ini dilakukan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan dan BUMN yang ada di Jakarta.

Sementara Camat Palmerah, Firmanuddin, mengatakan, sejauh ini sudah ada beberapa Kampung Tematik yang sudah dibangun di wilayahnya. Antara lain Kampung Literatur, Kampung Terang, Kampung Cerdas, Kampung Iklim, hingga Kampung Warna-warni. Kampung Tematik itu tersebar di beberapa kelurahan di Kecamatan Palmerah.

"Semuanya dibangun atas inisiasi CSR, salah satunya PLN yang membuat Kampung Terang di belakang RS Dharmais," kata Firman.

Di Kelurahan Jati Pulo, terdapat Kampung Warna-warni. Kawasan kampung dibangun dengan hiasan lampu warna warni. Sehingga saat malam hari, kampung menjadi berkilau dan menjadi daya tarik wisataman. Sebab beberapa sudut kampung dibuat spot foto yang instagramble.

Sementara di Kelurahan Palmerah, pihaknya memanfaatkan keberadaan Universitas Bina Nusantara (Binus) dengan membuat Kampung Literatur. Kampung ini menyediakan bahan bacaan bagi warga dan beberapa pelatihan keterampilan hingga menambah ekonomi sejumlah ibu ibu. "Terlebih di sini kami juga menerapkan jam belajar malam," ucapnya.

Tak hanya itu, Kampung Mural dibangun sebagai lahan ekspresif. Dimana kebiasan remaja yang ekspresif harus ditularkan dalam energi positif. Kampung Mural dibangun dengan menggandeng sejumlah kelompok supporter Persija 'the Jak',

"Jadi remaja di sana ikut membantu kami mengawasi kondisi lingkungan. Mereka akan bertindak bila salah satu orang di kelompoknya ikut tawuran. Mereka akan mengeluarkan mereka," tuturnya.

Adanya tanggung jawab dalam menata Kampung Tematik dirasakan oleh Yohanes, warga RW 02 Palmerah. Dia mengatakan, saat ini masyarakat berusaha betul dalam menjaga lingkungan. Perilaku buang sampah sembarang nyaris tak terlihat. Malah, masyarakat kini menjadi menjaga lingkungan dan kerap kerja bakti. "Jadi bisa dikatakan, kami sekarang merawatnya sekarang," ucapnya.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak