Kisah Tiko Rawat Ibunya Selama 12 Tahun di Rumah Mewah Terbengkalai, Pernah Dagang Gorengan hingga Jadi Sekuriti

Kamis, 05 Januari 2023 - 15:07 WIB
loading...
Kisah Tiko Rawat Ibunya Selama 12 Tahun di Rumah Mewah Terbengkalai, Pernah Dagang Gorengan hingga Jadi Sekuriti
Tiko (23) merawat sang ibu, Eny selama 12 tahun di rumah mewah terbengkalai tanpa listrik yang berada di Kompleks PLN, Cakung, Jakarta Timur. Foto: MPI/Bachtiar Rojab
A A A
JAKARTA - Kisah mengharukan Tiko (23) yang merawat sang ibu, Eny selama 12 tahun di rumah mewah terbengkalai tanpa listrik yang berada di Kompleks PLN, Cakung, Jakarta Timur. Selama menjaga ibunya yang mengalami gangguan jiwa, Tiko pernah berdagang gorengan hingga menjadi sekuriti.

Dengan kondisi rumah terbengkalai, kotor, dan tanpa listrik banyak warga bertanya-tanya, bagaimana Tiko menghidupi ibunya?

Dia menceritakan perjalanan hidupnya. Sejak putus sekolah di kelas 1 SMP, Tiko kerap bekerja serabutan hingga mengandalkan bantuan dari warga sekitar. Setelah menginjak usia dewasa, Tiko pernah berjualan gorengan hingga menjadi sekuriti.
Baca juga: Selama 12 Tahun, Anak Rawat Ibunya di Rumah Mewah Terbengkalai Tanpa Listrik di Jaktim

"Kan mamah sebelum kondisinya separah ini memang masih ada usaha dagang gorengan, jadi aku keliling jualan. Semakin kemari mamah kondisinya semakin buruk jadi aku ditawarin lingkungan Pak RT untuk jadi sekuriti di sini," ujar Tiko di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (5/1/2023).

Dia tidak mengurus rumah mewahnya karena sibuk bekerja sekaligus merawat ibunya. Bahkan, rumahnya tidak dialiri listrik sejak setahun ditinggal ayahnya.

"Nggak lama semenjak papa pergi itu kurang lebih 1 tahunan langsung diputus. Nggak nyampe setahun sih karena ditinggalkan juga kan air dan listrik diputus," katanya.

Tiko pun hanya mengandalkan penerangan lilin selama 12 tahun. Bahkan, dia juga meminta air ke tetangga untuk sekadar kebutuhan mandi.

"Jadi air ngambil dari sebelah kan ada Sanyo, ngambil seember-seember gitu. Kalau untuk listrik nggak ada, penerangan pake lilin," ucapnya.

Dulu, Tiko termasuk orang yang berkecukupan. Sebab, ibu dan ayahnya bekerja sebagai rekanan Departemen Keuangan.

Kemudian, kondisi kejiwaan ibunya memburuk ketika ayahnya meninggalkan Tiko dan sang ibu. Parahnya, kondisi keuangan ikut terganggu akibat ditinggalkan ayahnya.

"Mungkin (ibu sakit jiwa) karena kepergian papa dan kondisi yang begitu mendadak kolaps usahanya," tutur Tiko.

Di saat usianya masih menginjak belasan tahun, Tiko memilih terus merawat ibunya. Bahkan, dia merawat ibunya sendirian tanpa bantuan orang lain.

"Karena niatanku dari awal untuk ngerawat ibu. Kondisinya seperti itu rawat jalan saja tanpa diobatin di rumah sakit," ujarnya.

Kini, Tiko dan ibunya banyak mendapat pertolongan. Ibunya telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pengobatan. Tak hanya itu, rumah Tiko turut dibersihkan.
(jon)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1342 seconds (0.1#10.140)