Rasis ke Warga, Anggota Polsek Palmerah Dikurung di Tempat Khusus

Jum'at, 25 November 2022 - 13:19 WIB
loading...
Rasis ke Warga, Anggota Polsek Palmerah Dikurung di Tempat Khusus
Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim telah meminta maaf kepada Rezki Achyana, warga yang mendapat perlakuan rasis dari oknum polisi Polsek Palmerah, Jakarta Barat. Foto/MPI/Dimas Choirul
A A A
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce menyebut bahwa, anggota Polsek Palmerah yang rasis kepada warga telah dikurung atau penempatan khusus (patsus). Hal itu dilakukan untuk menghukum dan memberikan efek jera kepada anggotanya.

”Kita sesuai prosedur sudah memberikan proses sanksi dan penempatan khusus,” kata Pasma di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2022). Baca juga: Buntut Teriaki Warga Bernada Rasis, Anggota Polsek Palmerah Diperiksa Propam

Pasma belum bisa memastikan apa sanksi yang akan dijatuhkan kepada anggota SPKT Polsek Palmerah usai menyampaikan rasis kepada masyarakat yang mencari keadilan. ”Ya nanti kita sesuai dengan pemeriksaan ya,” ujar Pasma.

Sebelumnya, seorang warga bernama Rezki Achyana mengalami kejadian tak mengenakan usai dirinya membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah pada Kamis 24 November 2022 lalu. Kejadian itu kemudian diviralkan melalui akun twitternya @rezkiachyana.

Dalam cuitannya, Rezki menjelaskan, saat itu dirinya tengah membuat laporan kehilangan di Polsek Palmerah. Usai menerima surat kehilangan, ia mengucap terima kasih kepada polisi yang telah membuat surat kehilangan tersebut.



Kapolsek Palmerah AKP Dodi Abdul Rohim meminta maaf kepada Rezki Achyana, sang pengunggah cuitan viral terkait kejadian tak mengenakan yang dialaminya di Polsek Palmerah pada Kamis (24/11/2022). Baca juga: Usai Bikin Laporan, Pria Ini Mengaku Diteriaki Rasis oleh Oknum Polisi Polsek Palmerah

Menurut Dodi, kejadian tersebut merupakan momentum bagi dirinya dan seluruh anggota Polsek Palmerah untuk memperbaiki diri agar lebih baik dalam melayani masyarakat.
(ams)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.0987 seconds (10.55#12.26)