alexametrics

Infeksi di Mulut Rahim Jadi Penyebab Tewasnya Gadis yang Diperkosa 8 Remaja

loading...
Infeksi di Mulut Rahim Jadi Penyebab Tewasnya Gadis yang Diperkosa 8 Remaja
Hasil autopsi jasad OR (16), gadis asal Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangsel yang tewas diperkosa 8 remaja telah diketahui.Foto/SINDOnews/Ilustrasi.dok
A+ A-
TANGERANG - Hasil autopsi jasad OR (16), gadis asal Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel) yang tewas diperkosa 8 remaja telah diketahui. Gadis malang ini ternyata meregang nyawa akibat luka di rahim karena hantaman benda tumpul.

Sejak awal kematiannya itu, pada Jumat 12 Juni 2020 lalu, peristiwa tragis yang dialami OR ramai diperbincangan. Awalnya, polisi menyebutkan OR diperkosa karena kemauan sendiri. Bahkan OR meminta imbalan uang kepada pelaku Rp100.000, dan meminta sendiri pil eximer itu.

Namun, keterangan itu direvisi, makam OR dibongkar dan diperiksa tim medis dari RS Polri, Kramat Jati. Hasil pemeriksaan, ternyata benar, hasilnya OR tewas akibat luka di rahim akibat hantaman benda tumpul.(Baca: Diperkosa Lebih dari 5 Remaja, Gadis Putus Sekolah di Tangsel Akhirnya Meninggal)

Kapolsek Pagedangan AKP Efri mengatakan, kematian OR diketahui akibat luka yang berada di mulut rahim dan terjadi infeksi hebat sejak korban diperkosa delapan remaja itu. "Sesuai pemeriksaan Tim Forensik Mabes Polri yang telah mengambil sampel dari tubuh korban, pada 17 Juni 2020, penyebab kematian itu luka di mulut rahim," kata Efri di Polsek Pagedangan, Senin (6/7/2020).



Adapun, penyebab terjadinya luka pada mulut rahim itu, akibat kemasukan benda tumpul berkali-kali. Diduga karena diperkosa secara bergiliran. Luka tersebut akhirnya infeksi dan korban meninggal setelah mengalami sakit.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Forensik, luka dari mulut rahim pada lubang senggama korban terjadi akibat kekerasan tumpul dari 8 orang itu. Sehingga mengakibatkan infeksi hebat dan mengakibatkan OR sakit," jelasnya.
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak