alexametrics

KJP Tiga Pelajar yang Terlibat Tawuran Akan Dicabut

loading...
KJP Tiga Pelajar yang Terlibat Tawuran Akan Dicabut
Kapolrestro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru meminta Disdik DKI Jakarta mencabut KJP tiga pelajar yang tertangkap tawuran di Wijaya Kusuma, Jakarta Barat.Foto/SINDOnews/Yan Yusuf
A+ A-
JAKARTA - Kapolrestro Jakarta Barat, Kombes Pol Audie S Latuheru meminta Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mencabut Kartu Jakarta Pintar (KJP) tiga pelajar yang tertangkap tawuran di Wijaya Kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Ini dilakukan sebagai efek jera agar pelajar lainnya tidak melakukan hal serupa.

"Karena mereka statusnya masih pelajar maka dari Dinas Pendikan akan mencabut KJP-nya, saya kira itu,” kata Audie, Senin (6/7/2020).

Kasatlak Disdik Kecamatan Gropet, Bambang mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta untuk mencabut KJP ketiga pelajar tersebut. "Tentunya otomatis akan dicabut dan sekolah mengusulkan agar segera dicabut,” kata Bambang.

Bambang mengharapkan dengan kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sebab ditengah kondisi pandemik, Pemprov DKI telah berkomitmen membantu setiap masyarakat, sehingga alasan ekonomi yang memicu kejadian tak terjadi.(Baca: Delapan Pelaku Tawuran Grogol Positif Narkoba)



Kedepannya, agar kejadian tak terulang, pihaknya bersama kepolisan akan membina setiap pelajar. Tak hanya pada pelajar yang terlibat tawuran, pembinaan juga dilakukan terhadap pelajar yang tersangkut kasus narkoba dan kejahatan lainnya. Namun bagi mereka yang kena, proses hukum diberikan.

"Mudah mudahan ini menjadi pukulan atau efek jera bagi pelajar-pelajar lain,” tutupnya. Sebelumnya, hanya karena saling ejek di media sosial, dua kelompok saling serang di wijaya kusuma, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (5/7/2020). Kejadian ini membuat seorang pelajar, Re, 19, terluka di wajah dan lengan.
(hab)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak