Tolak Kenaikan Harga BBM, IMM Kerahkan 800 Pasukan Menuju Istana Kepresidenan

Jum'at, 09 September 2022 - 11:17 WIB
loading...
Tolak Kenaikan Harga BBM, IMM Kerahkan 800 Pasukan Menuju Istana Kepresidenan
IMM mengerahkan 800 pasukan untuk demo di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022). Foto: Ilustrasi/MPI
A A A
JAKARTA - Ratusan mahasiswa akan kembali menggelar unjuk rasa tolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM ) ke Istana Merdeka Kepresidenan RI, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022). Kali ini, massa berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

"Yang sudah terkonfirmasi sekitar 600 kader IMM dari DKI Jakarta dan 200 dari Tangerang. Nanti juga ada yang dari Jawa Barat dan Bandung juga dateng tapi jumlahnya enggak banyak," ujar Kepala Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM Baikuni Alsa kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (9/9/2022). Baca juga: Demo Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Berseragam Hitam Terobos Kawat Berduri

Alsa yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan (Korlap) mengatakan, di wilayah lainnya dalam lima hari ini juga sudah menyikapi kenaikan harga BBM.

"Seperti di Sumatera Selatan, NTB (Nusa Tenggara Barat) dan lain-lain," tuturnya.

Dijadwalkan unjuk rasa dari IMM ini akan dimulai pukul 13.00 WIB. Titik unjuk rasa sebelum ke Istana Kepresidenan RI yakni di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Alsa menuturkan, sejauh ini, belum ada lagi konfirmasi dari elemen mahasiswa lainnya untuk bergabung dalam unjuk rasa hari kelima ini.



"Sejauh ini belum ada konfirmasi, tapi ketika terjadi ketemu di hilir simpang, kita gabung tapi kita ada di garis komando IMM," jelasnya.

Diketahui, ini merupakan hari kelima elemen mahasiswa melakukan unjuk rasa. Mereka hendak unras di depan Istana Kepresidenan RI. Namun selalu gagal karena tak bisa melewati pertahanan polisi.

Sebab, polisi menyiapkan pertahanan berlapis. Mulai dari pagar kawat berduri, barikade, barrier hingga mobil Water Canon. Sejauh ini, massa baru berhasil menerobos pertahanan pagar kawat berduri dan barikade polisi.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1688 seconds (11.210#12.26)