alexametrics

Jelang Adaptasi Baru, Bogor Siapkan Surat Edaran untuk 8 Sektor Ini

loading...
Jelang Adaptasi Baru, Bogor Siapkan Surat Edaran untuk 8 Sektor Ini
Masyarakat Kota Bogor tengah melakukan olahraga di sepanjang Jalan Kebun Raya Bogor (KRB). Foto: Haryudi/SINDOnews
A+ A-
BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai menyiapkan kebijakan protokol kesehatan dalam bentuk surat edaran (SE) bagi 8 sektor. Kebijakan itu dilakukan menjelang berakhirnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsionalfase transisi, Kamis 2 Juli 2020 menuju Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Jadi ada 8 sektor yang diatur dalam surat edaran itu yakni pusat perbelanjaan/mall, hotel, sarana olahraga, even organizer/jasa pertunjukan, stasiun/terminal, tempat wisata, tempat kecantikan/salon dan jasa ekonomi kreatif," katanya di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2020).

Terkait sarana olahraga khususnya untuk pesepeda yang diperkirakan pengguna melonjak pasca PSBB ini, Dedie yang juga Ketua Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor mengaku sudah memiliki rencana pengembangan jalur sepeda baru lagi.



Sebelumnya, kata dia, Bogor sebagai salah satu kota pertama di Indonesia yang punya jalur sepeda sepanjang 4 kilometer di lingkar Kebun Raya Bogor (KRB). (Baca juga: Polisi Beri SIM Gratis untuk Petugas Medis dan Relawan Covid-19)

"Seperti kita ketahui 2017 lalu, di seputaran Kebun Raya Bogor kita telah disediakan trek sepanjang 4 kilometer. Maka memasuki AKB atau new normal nanti sudah pasti kita akan merumuskan pengembangan jalur baru bagi pesepeda," ungkapnya.

Dia menyebutkan pengembangan jalur baru bagi penghobi sepeda yang kini digandrungi kaum urban itu sudah dipersiapkan sepanjang mulai dari wilayah Bogor Utara (Warung Jambu, Jalan Pajajaran), Bogor Timur (Ekalokasari Plaza Jalan Siliwangi hingga Bogor Tengah (Kawasan Suryakencana dan Tugu Kujang)

"Pengembangan jalur sepeda itu kita sudah persiapkan sampai ke Utara arah Jambu Dua menuju Pajajaran maupun ke Selatan arah Suryakencana menuju Ekalos dan balik ke Tugu Kujang akan menjadi potensi untuk dikembangkan. Namun tantangannya adalah kontur dan sempitnya lebar jalan yang harus kita sesuaikan," kata mantan salah satu direktur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.

Sekadar diketahui, tiga tahun silam Pemkot Bogor sudah membangun jalur sepeda yang terintegrasi dengan jogging trek sepanjang 4 kilometer yang terintegrasi dengan pedestrian serta jogging track di lingkar Kebun Raya Bogor (Jalan Ir H Juanda, Pajajaran, Otista dan Jalak Harupat).

Namun demikian fasilitas itu dianggap masih belum ramah difable, bahkan saat akhir pekan kerap menimbulkan persoalan antara pejalan kaki, pengendara motor dan pesepeda. Khususnya di Jalan Otista, hingga saat ini masih menggunakan bahu jalan.

Pentingnya pembenahan infrastruktur jalur sepeda di Kota Bogor didukung penuh para pecinta sepeda yang bergabung dalam komunitas sepeda kasak kusuk (koskas) Bogor. (Baca juga: Stres di Tengah Pandemi COVID-19 Jadi Alasan Ridho Illahi Sedot Sabu)

"Iya baiknya Pemda mempersiapkan semua infrastrukturnya dalam mengantisipasi lonjakan aktivas bersepeda di Kota Bogor. Saat ini jalur sepeda yang ada hanya itu-itu saja," ungkap Wawan, warga Babakan, Bogor Tengah, Kota Bogor ini.

Hal senada diungkapkan, Putri Reida, pecinta olahraga sepeda sejak 2015 ini lebih suka bersepeda di jalur Lingkar Kebon Raya Bogor karena relatif aman. (Baca juga: 5 Pedagang Pasar Sunter Podomoro Reaktif COVID-19)

"Karena sudah jelas disitu ada rambu dan tulisan jalur sepeda. Meski kadang kalau hari Minggu kita sulit bergerak juga karena sering bersinggungan dengan pejalan kaki. Tetapi sejauh ini sudah cukup baik adanya fasilitas jalur sepeda seperti di lingkar Kebun Raya Bogor ini," tuturnya.
(mhd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak