Polda Metro Jaya Berikan 4.146 Sembako ke Petugas Medis COVID-19

Sabtu, 27 Juni 2020 - 13:24 WIB
loading...
Polda Metro Jaya Berikan 4.146 Sembako ke Petugas Medis COVID-19
Polda Metro Jaya memberikan 4.146 paket sembako untuk ribuan tenaga medis di sejumlah rumah sakit bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara. SINDOnews/Komaruddin Bagja Arjawinangun
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya memberikan 4.146 paket sembako kepada ribuan tenaga medis di sejumlah rumah sakit dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Bhayangkara. Bantuan difokuskan bagi tenaga medis dan TNI-Polri yang ikuti menangani COVID-19 di 16 rumah sakit.

Di antaranya RS Sulianti Suroso, Pelni, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Gatot Subroto, RS Bhayangkara, RS AL Mintohardjo, RSKD Duren Sawit, RSUD Pasar Minggu, RSUD Tarakan, RS Pertamina, dan RSUD Koja.(Baca juga; Polrestro Jakut Salurkan 5.199 Paket Sembako dan 6.000 APD untuk Masyarakat )

"Kami lakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Bakti sosial ini kami berikan sebagai bentuk ucapan terima kasih dan dukungan bagi paramedis maupun anggota TNI-Polri yang melakukan pengamanan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2020).

Nana melanjutkan, pihaknya mengapresiasi kinerja petugas medis yang berjuang melawan virus asal Wuhan, China. "Mereka pejuang kemanusiaan dan kesehatan membantu masyarakat kita sebagai upaya penyembuhan," jelas Nana.

Menurut dia, bantuan tenaga medis berperan menekan persebaran virus Corona di tanah air. "Berkat bantuan merekalah banyak pasien yang sembuh," terang Nana.(Baca juga; HUT Ke-74 Bhayangkara, Polrestro Depok Bagikan 1.000 Paket Sembako )

Tak hanya bantuan medis, Nana menyebut di RSD Wisma Atlet juga dilakukan perpanjangan SIM gratis bagi para petugas medis. "Perpanjangan SIM gratis untuk para medis di RS Wisma Atlet. Kami lakukan pada 3 sampai 4 Juli 2020," imbuh Nana.

Fasilitas perpanjangan SIM ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga medis sebagai pejuang kesehatan. "Mereka kan mengabdikan diri. Orang kan biasa menghindar menangani COVID, tapi mereka dengan keikhlasan dan keinginan mereka membantu sesama," tutup Nana.
(wib)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2813 seconds (11.252#12.26)